masa remajaku
tak bisa kuhabiskan bersamamu
tak ada curahan hatiku, curahan gulanaku
tak jua sipu-ku berbagi cerita denganmu, saat jatuh hatiku
sungguh aku iri
betapa ingin mendekap erat dirimu, setiap saat aku butuh
betapa ingin mengadu padamu, apa saja keluh kesahku
betapa ingin merajuk manja padamu, menanti belaian hangatmu
seperti yang mereka ceritakan padaku
sungguh aku iri
melihat mereka bercengkrama saling bercanda
melihat mereka berjalan menghabiskan waktu bersama
melihat mereka melingkarkan lengan, bergandengan, saling bersandar
sungguh aku iri
mendengar mereka berkata, "lihat, ia membelikanku baju baru."
"ada yang mau? ia membuatkan bekal makan siang untukku."
"ia memarahiku, boros sekali aku untuk hal yang tak perlu."
sungguh aku iri
aku pun ingin merasakannya, bersamamu
sungguh..
Masa remajaku
kulalui tanpa dirimu
tak ada kelas memasak bersamamu, ajarkan resep andalanmu
tak jua kudengar omelanmu, jika kurusak citarasa masakanmu dengan kebodohanku
tak apa, aku inginkan itu..
kau tahu betapa bingungnya aku ketika coba taklukkan dapurmu?
gosong, hambar, terlalu asin, sudah barang biasa
ah untungnya masih bisa menambal perut yang sudah menganga
oh ya,,
kau tahu pujian pertama untukku?
masakan sederhana itu, sungguh sederhana
tahu goreng itu dilahap nikmat oleh kakakku
rasanya biasa saja, kuolah apa adanya, tak ada bumbu istimewa
enak dan menggugah selera katanya
ah, sebenarnya ia hanya rindu masakan rumah itu
aku tahu, betapa ia rindu masakan lezatmu
begitupun aku, kami semua, begitu rindu
tapi sekarang...
tak perlu lagi kau khawatirkan itu
aku adalah koki penguasa dapurmu
meniru masakanmu, cukup membuat lidah bergoyang
ah, aku melebih-lebihkan.. hehe
tak sehebat dirimu tentu saja
ya,, kau begitu hebat!
aku masih ingat
setiap pagi kau bangun begitu dini
kue-kue itu, berwarna-warni, buatan sendiri
tak sekedar sarapan pagi
kau siapkan seragam sekolah kami
suara lembutmu bangunkan kami dari mimpi, "ayo lekas mandi!"
cukup nutrisi, pakaian rapi, kau beri kami motivasi, setiap hari
"aku hampir telat!" seruku sembari mengikat tali sepatu, terburu-buru, berlari menuju pintu.
ah, hampir lupa. berbalik aku, mencium tanganmu, aku siap!
"assalamuaikum.."
lagi-lagi aku rindu hari-hari itu
masa remajaku
tak lagi bisa kupamerkan raporku, juara kelas aku, tlah lulus sekolahku
tak bisa kulihat senyummu, saat sekolah tinggi itu menerimaku, banggamu
tak jua bisa kuraih lenganmu, menginginkan rengkuhmu, menenangkanku, ketika bangku kuliah tak semudah anganku
tak ada dirimu di sisiku, di hari kelulusanku
tak ada dirimu yang mendampingiku, di potret itu
ah, tak mengapa. yang penting kau selalu menemaniku, di hatiku
waktu berjalan perlahan, begitu lambat, begitu menyiksa, menyesakkan dada
lalu ia berlari kecil, sedikit tergesa
tiba-tiba ia melesat begitu cepat
enam kali sudah bumi mengelilingi matahari
enam tahun berlalu
enam tahun, tak terasa singkat bagiku
aku tak lagi remaja seperti waktu itu
tak lagi seragam putih-abu melekat di keseharianku
tak lagi harus menahan kantuk demi ilmu dari para dosenku..
sekarang..
aku dengan kehidupan baruku
dengan segala tanggung jawab di pundakku
tak lagi pantas aku mengeluh atas bimbangku
harus mampu berdiri teguh. bukan begitu?!
aku dengan dunia kerjaku
memulai titian karir yang terasa asing bagiku
perlahan mulai kumengerti payahmu dulu
ah, tak seberapa jika dibandingkan denganmu
keluarga dan negara, begitu pandai kau mengatur waktu
jauh yang kau tempuh, peluh yang membasahi tubuhmu, pun tak menghapus gurat senyummu
negara memang bukan nomor dua, tapi mengabaikan keluarga, haruskah?!
keluarga memang utama, tapi negara, kau tak acuh padanya, bolehkah?!
semua ada proporsinya
terima kasih teladannya
kau tahu?!
ingin sekali aku membanggakan dirimu di hadapan duniaku
ibuku sangat hebat, jago memasak, enaaaak sekali
ibuku tekun sekali, sulaman tangan buatannya selalu rapi
ibuku istri shalehah, taat pada suami, pandai menjaga hati, membawa diri.. aku harus begitu suatu hari nanti..
ibuku baik sekali, lisannya, lakunya, menyenangkan hati
aaaaaa rasanya ingin sekali...
tutur bahasamu, budi pekertimu, teladan dalam dirimu
sabarmu, taatmu, ibadahmu, syukurmu, ikhlasmu, tegarmu, senyummu, pun dalam sakitmu
kau betul-betul wanita tangguh
ah, lagi-lagi aku larut dalam lamunku, mengenangmu
aku benar-benar rindu
rindu sekali
Ya Allah, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku, dan kasihilah mereka sebagaimana mereka mengasihiku di waktu kecil.
Amiin
21 Juli 2010
-mengenang 22 Juli 2004-
Rabu, 21 Juli 2010
Sabtu, 17 Juli 2010
Sudah Diputuskan!
antara
ego
bakti
marah
penerimaan
tanggung jawab
penolakan
perjuangan
gagal
asa
kehidupan
masa depan
penyesalan
hati
logika
balas budi
perencanaan
kewajiban
ikhtiar
doa
sudah diputuskan!
17 Juli 2010
- pilihan hari ini -
ego
bakti
marah
penerimaan
tanggung jawab
penolakan
perjuangan
gagal
asa
kehidupan
masa depan
penyesalan
hati
logika
balas budi
perencanaan
kewajiban
ikhtiar
doa
sudah diputuskan!
17 Juli 2010
- pilihan hari ini -
Rabu, 14 Juli 2010
Tanpa Judul
inginku hati setegar karang
ternyata kepalaku sekeras batu
mauku hati selembut sutera
ternyata egoku setajam ilalang
14 Juli 2010
-dipaksa mengunyah obat pahit.. sangat ingin dimuntahkan, tapi harus ditelan demi kesembuhan-
ternyata kepalaku sekeras batu
mauku hati selembut sutera
ternyata egoku setajam ilalang
14 Juli 2010
-dipaksa mengunyah obat pahit.. sangat ingin dimuntahkan, tapi harus ditelan demi kesembuhan-
Senin, 28 Juni 2010
A . K. U.
hanya tersenyum
diam membisu
dan mudah tersipu
inilah aku, pemalu
ah, tak selamanya aku membisu
bagai kicau murai di pagi hari
tawa seolah tiada henti
aku juga periang
kicau riang canda
jingkrak sana sini sesuka hati
polah manja semua harus kaupenuhi
aku memang kekanakan
ah, tak selalu aku kekanakan
berfikir logis penuh arti
mandiri teguh berpijak
Lihat! aku dewasa
ingin tahu, semua ingin kujajaki
percaya logika buatku berani
ah, sok berani barangkali
tipis bedanya
terkadang aku nekat
lembut, sabar, peduli, kasih, semua kukendali
amboi, sejuk terasa..
tapi, kala emosi membara
egois, tak acuh, marah, begitu peka dan mudah terluka
air mata mengalir begitu saja
bukan..
bukan aku sengaja..
sungguh..
logika kuajak bicara
tapi apa daya, hati seringkali lebih berkuasa
bukan karena aku sengaja..
pahamilah..
aku seorang wanita..
28 Juni 2010
-di antara ragu.. inilah aku-
diam membisu
dan mudah tersipu
inilah aku, pemalu
ah, tak selamanya aku membisu
bagai kicau murai di pagi hari
tawa seolah tiada henti
aku juga periang
kicau riang canda
jingkrak sana sini sesuka hati
polah manja semua harus kaupenuhi
aku memang kekanakan
ah, tak selalu aku kekanakan
berfikir logis penuh arti
mandiri teguh berpijak
Lihat! aku dewasa
ingin tahu, semua ingin kujajaki
percaya logika buatku berani
ah, sok berani barangkali
tipis bedanya
terkadang aku nekat
lembut, sabar, peduli, kasih, semua kukendali
amboi, sejuk terasa..
tapi, kala emosi membara
egois, tak acuh, marah, begitu peka dan mudah terluka
air mata mengalir begitu saja
bukan..
bukan aku sengaja..
sungguh..
logika kuajak bicara
tapi apa daya, hati seringkali lebih berkuasa
bukan karena aku sengaja..
pahamilah..
aku seorang wanita..
28 Juni 2010
-di antara ragu.. inilah aku-
Jumat, 07 Mei 2010
Jum'at Malam
aku percaya padamu
meski kecewa kau buat
aku percaya padamu
jangan dusta kau ucap
jangan padaku, dia, kami, dan mereka
semua demi kebaikanmu
semoga aku salah
aku percaya padamu
semoga kebaikan selalu bersamamu
07 Mei 2010
-bukan soal main hati, apalagi main judi.. -
meski kecewa kau buat
aku percaya padamu
jangan dusta kau ucap
jangan padaku, dia, kami, dan mereka
semua demi kebaikanmu
semoga aku salah
aku percaya padamu
semoga kebaikan selalu bersamamu
07 Mei 2010
-bukan soal main hati, apalagi main judi.. -
Rabu, 28 April 2010
what a cliche!
when you're confused,,
just close your eyes..
take a deep breath..
and listen to your heart..
It'll show you the path you may follow...
demikian kata mereka
your heart never lies
tentu saja benar..
but, sometimes it could be wrong
ini menurut saya...
rasio...
harapan..
keyakinan..
keteguhan..
dan tanpa penyesalan..
indah di ujung sana saya rasa...
tak harus selalu mengikuti kata hati..
boleh bukan???
28 April 2010
-struggle to look at reality as what it is-
just close your eyes..
take a deep breath..
and listen to your heart..
It'll show you the path you may follow...
demikian kata mereka
your heart never lies
tentu saja benar..
but, sometimes it could be wrong
ini menurut saya...
rasio...
harapan..
keyakinan..
keteguhan..
dan tanpa penyesalan..
indah di ujung sana saya rasa...
tak harus selalu mengikuti kata hati..
boleh bukan???
28 April 2010
-struggle to look at reality as what it is-

