Selasa, 25 Juni 2013

Diary Suami

"Sabtu, 22 Juni 2013, lagi tidur bokong dipukul-pukul istri, kirain subuh kesiangan, eh ternyataaaaa....."

****

"Pelan-pelan!"
"Jangan lincah nian!"

****

"Kalo makan chit*to boleh gak, dok?"

****

"Siaaaaappp!! :)"



22 Juni 2013
-tidak sabar rasanya menunggu 2 minggu lagi-

Jumat, 10 Mei 2013

Dunia Milik Berdua Versi Saya

Nonton film bareng sampe ngantuk dan tertidur.
Bangun, abang sholat subuh di masjid sebelah, saya cukup sholat di rumah.
Lanjut tidur lagi hingga matahari menerobos masuk lewat jendela kontrakan kami..
Hoaaammpp.. Sudah pukul 8 rupanya.. :p


Abang masih leyeh-leyeh.
Saya menyiapkan sarapan, "abang mau spaghetti ala tumis kampung(an) atau bakwan jagung?"
Bukan sulap bukan sihir, bakwan jagung sudah siap, dicocol pake sambal, emm sedaappp...


Saya membereskan dapur, abang menjemur kasur. Eh iya, juga karpet, selimut, bantal, dan Becky -bantal bebek kuning- kesayangan saya.


Berjalan kaki, membeli ikan, sayur, dan buah di pasar, Abang jadi porter pribadi saya.. Hihi
Saya membereskan belanjaan,membersikan ikan dan sayuran, menyimpannya di kulkas. Abang sedang mandi saat itu.
Lalu saya membereskan rumah, menyapu dan mengepel lantai. Abang membaca buku di ruang tamu yang tidak pernah kedatangan tamu..


Abang sholat zuhur di masjid sebelah, saya di rumah.
Saya menyiapkan makan siang, menggoreng ikan, memasak sayur, dan mengupas buah.
Abang membaca buku sambil menyeruput kopi kesukaan.

Makan siang berdua, buatan tangan saya, sederhana namun lezat katanya.

Saya membereskan bekas makan siang, abang mengangkat kasur. Lalu menepuk karpet yang aduhai ternyata banyak sekali debunya. Saya masih sok sibuk saja di dapur.


Ah, waktunya bersantai, ikut abang membaca buku, mengobrol rumah impian.
Lalu abang mengangkat karpet, membentangkan di depan televisi. Waktunya menonton film. Senangnya.


Eh, sudah Ashar. Abang sholat di masjid, saya di rumah saja.
Lanjut bersantai, menikmati semangka.

Ahaaaiii, air sudah menyala.. Ayo Abang mana janjinya?? Pakaian kotor sudah menunggu di sana.. Asiiikk Abang mencuci pakaian.
"Nyoya nonton tivi dulu, ya.." Dan Abang hanya tertawa..


Pukul 5 sudah. Saya menyiapkan makan malam, menggoreng ikan dan tempe kesukaan, memasak sayur, dan Abang yang memotong buah.


Maghrib sudah. Abang sholat di masjid sebelah, saya di rumah.
Lalu kita makan malam bersama. Abang makan dengan lahapnya. "Adek nii.. Bikin Abang gendut!" haha.
Bukan salah saya.. Hihi


Tak terasa Isya. Abang sholat di masjid sebelah, saya di rumah. Nonton tivi, mengobrol, dan bersantai.
"Bang, enak ya kalo kita gak kerja. Seharian bisa nyantai."
"Gak kerja, tapi uang ngalir terus??"
Hahaha

====

Well,, what a happy free-day!
Hari yang amat sangat dinantikan oleh banyak pasangan pekerja di luar sana, termasuk saya.

Ingin rasanya suatu hari nanti, berdua saja terus seperti ini, eh tentu saja ditemani anak-anak kami.. Amiin..


10 Mei 2013
- Quality time, this is it! -

Kamis, 18 April 2013

Alibi Emosi

Seringkali saya menyalahkan keadaan, menyalahkan orang lain atas apa yang saya alami.. Kenapa saya berada di sini, di tempat yang tidak ramah, bertemu dengan orang-orang bebal dan menyebalkan, lelah dengan rutinitas yang selalu mengusik mental, emosi, setiap hari..

Kadangkala saya menggerutu. Kenapa saya selalu bertemu orang yang tidak punya toleransi, hanya peduli pada kesenangan diri, stres dan beban jadi alibi, tanpa peduli orang lain merasa tersakiti..

Kadangkala saya menutup diri. berasumsi mereka tak mau mengerti, merasa rendah diri dan tak mampu bersosialisasi. Saya merasa asing, sendiri.

Kadangkala saya merasa iri. kenapa saya belum bisa memiliki apa yang mereka punyai. Lalu lagi-lagi saya mencari pembenaran, lagi-lagi menyalahkan keadaan. Karena saya tidak nyaman..


Perlahan saya nenemukan jawaban..

Kenapa saya tidak berkompromi saja dengan ketidaknyamanan?!

Mungkin betul semuanya adalah cobaan.. Umm.. Mungkin ujian.. Atau malah inilah pembelajaran.. Media belajar saya di sekolah kehidupan..

Saya hanya perlu bersyukur dan bersabar.. Tuhan tentu tidak akan terburu-buru mengabulkan permintaan saya.. Saya sedikit rumit, banyak maunya.. Saya yakin, Tuhan sedang sibuk menyiapkannya.. Menyiapkan hadiah terbaik untuk saya..

"maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?!"




18 April 2013
-saya punya tetangga baru. mereka masih asyik bercerita di balik dinding sana.. Selamat tidur..-

Rabu, 17 April 2013

Happy 15th Monthsary

Tak perlu menanti sesuatu yang besar jika setiap yang kecil sudah kurasa istimewa..

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?



17 April 2013
-Saya mungkin kurang bersyukur dan bersabar-

Jumat, 05 April 2013

Bahagia itu sederhana. Sesederhana kue buatan saya.

Membangunkanmu di waktu dini tepat pada pergantian hari,
Memberikan kejutan dengan kue penuh warna dan lilin dengan angka yang menyala,
Mengucapkan selamat ulang tahun memberi kado istimewa yang sudah saya siapkan sebelumnya..

Ya.. Surprise party kecil-kecilan seperti yang sering kita lihat di tivi, dilakoni para selebriti, atau seperti seorang pria memberi kejutan pada pujaan hatinya membawa kue tepat tengah malam dengan kado kecil di tangan, berkomplot dengan teman kost membangunkan dan membujuknya agar mau membukakan pintu, menerima kue dengan suka cita, mengucapkan terimakasih, lalu kembali menutup pintu, meninggalkan si pria berdiri sendiri dengan senyum lega di teras rumah.. Hihi.. Saya jadi ingat masa muda.. Tentu saja Abang juga ingat.. Iya, kan?! hehe

Aih senang memang rasanya menerima kejutan.. Kejutan yang menyenangkan...


Eh.. Umm..


Ya ya.. Meskipun Abang tidak pernah mengatakannya, saya tau Abang menginginkannya.. Hehehe (soktau.com).. Tapi sayangnya istri abang ini hanya cantik dan baik hati, tidak cukup romantis dan puitis.. Hehe
Saya tidak cukup inisiatif menyiapkan pesta kejutan meskipun untuk dinikmati berdua saja, di rumah kontrakan kita..

Bahkan hanya membangunkanmu tepat di pukul 00.00 mengucapkan selamat-ulang-tahun-pun tidak saya lakukan.. Saya tahu Abang sangat lelah, saya tidak tega.. Hehe (ngeles lagi.. :D).. Ritual yang terlalu banyak dilakukan manusia di bumi ini, saya sepertinya (sudah) tidak mau ikut-ikutan.. Hehe

Hingga azan subuh membangunkan, saya belum juga mengucapkan apa-apa.. Bukan sengaja ingin membuatmu murung atau apa.. Hanya malas saja... Hihi


"Dek, buatin Abang teh madu."


Ah iya, saya jadi ingat kue yang saya buat semalam, lumayan untuk teman minum teh..

Lalu saya buka magic com. eh, untuk apa? Iya, kan katanya magic com itu alat masak serba bisa, jadi semalam saya pake buat masak kue.. Hehe

Kue yang saya buat dr bahan dan alat seadanya, tanpa rencana, tanpa persiapan, dan tentu saja rasanyaaaa... nyammm...

Si Abang lagi leyeh-leyeh.. Saya sok sibuk saja di dapur..

Saya ambil kertas dan spidol, mengukir angka seindah yang saya bisa, lalu mengguntingnya hingga menyerupai lilin angka 28 dengan sedikit efek api menyala.. Sip, mirip! - Setidaknya menurut saya.. hehe -

Saya sajikan teh madu, kembali ke dapur, lalu membawa kue-ulang-tahun-dadakan di tangan, berjalan menuju si Abang, mengucapkan, "Selamat ulang tahun, Abang!!!"


Saya berhasil!! berhasil!! berhasil!!

Saya berhasil mencuri tawa pertamamu di pagi itu, ntah tertawa sangat bahagia karena saya memberi perayaan kecil untukmu, atau menertawakan "maha karya" saya itu.. Ah, saya tak peduli..

"Foto, dek kuenyo.. Upload!"
"Eh?? No no no no.. Malu, Bang.."

Ternyata meskipun sudah makin beranjak tua dewasa, tetap saja sama seperti ABG-ABG di luar sana, suka upload foto sana sini, hehe, ya saya juga sih sebenarnya.. Ini kue spesial untuk abang, bukan untuk dibagi pada manusia segajad raya.. Ya ya, saya memang sedikit suka dengan majas hiperbola. Kalau kalian lupa, boleh buka catatan waktu sekolah.. Eh, atau malah saya yang salah menggunakannya.. :D

Well.. Ok.. Ok..

Meskipun akan menghancurleburkan citra saya sebagai jago masak, hihi, your wish is my command, saya, yang tidak pernah membuat kue sebelumnya kecuali kue instan dalam kemasan cukup tambahkan telur dan syalala maka jadilah, rela upload foto kue masterpiece saya, dan berbagi kebahagiaan dengan teman semua..

ehm..

We Proudly present:

jreng.. jreng.. jreng..

ya, ya, silahkan saja kalian tertawa, memang tidak elok rupanya.. Saya juga tadi sudah tertawa.. haha

Biar dikata buruk rupa, tapi kue buatan saya punya filosofinya.. Ehm.. mungkin seperti ini.. (Maaf ya Eyang Socrates kalo saya sok tahu.. :D)


Bahagia itu sederhana. Sesederhana kebersamaan dengan ayah, duduk melingkar mengelilinginya, bergantian membuka mulut melahap makan siang yang disuap dari tangannya.

Bahagia itu sederhana. Sesederhana berkumpul sekeluarga di sore hari, menikmati gorengan bakwan buatan ibu, yang belum sempat tersaji tapi keburu ludes dimangsa kami.

Bahagia itu sederhana. Sesederhana berbagi cerita setiap malam, celoteh kami tentang sekolah, cerita ibu di tempat bekerja sembari memijat kaki ayah yang seharian berpeluh mencari nafkah.


Bahagia itu sederhana. Sesederhana kue buatan saya.. :D


Ehm.. Sebetulnya yang saya buat itu adalah cake/ bolu pisang wanna be .. Ssstt.. Kalau mau tertawa, tertawalah! Tapi di dalam hati saja, ya.. :D

Resep bilang sih, pisang ambon atau cavendish, terigu, gula, margarin, telur, bubuk kayu manis, dan toping pilihan. Tapi yang saya punya hanya pisang tanduk, dari pekarangan sendiri, yang sudah terlanjur matang dan lembut sekali jika digoreng, tidak enak.
Pilihan saya hanya dua, let's try it and find out atau just forget and throw it away.. Saya tak tahu seperti apa jadinya, tapi lebih baik saya mencobanya daripada membiarkannya membusuk dan hanya akan membuangnya saja. Saya gunakan blender sebagai pengganti mixer dan saya gunakan magic com sebagai pengganti oven. Lagi-lagi saya tak tahu seperti apa hasilnya, tapi lebih baik saya coba saja daripada mengurungkan niat saya.
Ah, hidup itu harus fleksibel. Saya belajar itu.

Dan...
Simsalabim.. Kue saya pun matang...

Ok, well.. Jangan tanyakan rasanya ya.. Saya sudah cukup malu dengan memamerkan penampakannya.. hihi
we'll never know untill we try, pepatah lama yang saya tahu benar adanya.. Besok saya akan kembali belajar membuat kue yang baik dan benar.. hehe

ya..
Bahagia itu sederhana. Sesederhana kue buatan saya. Saya percaya esok hari nanti, hanya mengenang kue sederhana buatan saya ini saja akan memberikan kehangatan di hati, menarik lengkung bibir membentuk kurva senyum kebahagiaan, ya setidaknya untuk Abang dan saya, berdua.



Di usia yang baru, semoga Abang menjadi semakin tangguh..
Di usia yang kian beranjak, semoga Abang semakin bijak..
Amiinn..


Ya, ya, saya tahu Abang jadi sangat terharu, sangat bahagia..
Ah, sudahlah.. Tak perlu berterimakasih seperti itu, Bang..
Besok kita pergi ke mall saja ya, beli sepatu baru..
Apa?
Iya, Sepatu untuk saya tentu.. :P



5 April 2013
-Selamat ulang tahun, Abang.. Kadonya segini dulu, ya.. :) -

Jumat, 22 Maret 2013

Kesepian nan ramai

Sendiri tak berarti sunyi..

21 Maret 2013

Selasa, 19 Maret 2013

Bulan Menanti

Hai, Rembulan!!
14 kali sudah kau mengitari bumi
Dan kau selalu singgah..

Apa kau tidak bosan??

19 Maret 2013
- Rencana Tuhan pasti indah, saya yakin! -