Eh, kemarin adalah hari ulang bulan pernikahan saya yang ke sepuluh..
Sepuluh bulan yang penuh warna.
Penuh tawa dan canda.
Ya, ya, kau benar. Tentu saja diselingi dengan tangis dan marah.
Itu manusiawi, teman.
Hari-hari penuh bahagia.
Memang betul,, kadang terselip kesal atau rasa kau-jangan-lirik-dia-milikku. Hehe
Kata orang itu namanya bumbu pernikahan..
Banyak harapan yang kami buat..
Banyak impian yang kami tanam..
Satu sudah Kau amanahi kami..
Istana baru, alhamdulillah. Baiti jannati.
Semoga jadi perantara kami ke syurga nanti. amiin
Tiap hari penuh dengan syukur..
Ya, ya. Tak bohong, sesekali rasa kufur itu datang. Rasa angkuh itu menghadang.
Astaghfirullahal'azhim..
Terimakasih, Tuhan.
Engkau beri hamba pasangan yang selalu mengingatkan..
Engkau beri hamba banyak kesempatan..
Engkau beri hamba kesehatan..
Engkau beri hamba banyak kebaikan..
Engkau beri hamba banyak pelajaran..
Engkau beri apa yang hamba butuhkan..
Engkau Maha Tahu apa yang terbaik untuk diberikan..
Aih.. Tiba-tiba basah mengalir begitu saja melalui ductus-nasolacrimalis saya.
Saya lalai menata hati..
Saya lalai menjaga diri..
Saya lalai menjaga yang Kau beri..
Saya lalai.
Mohon ampun atas titik hitam di hati.
Mohon ampun atas kelalaian yang hamba lakoni.
Tuhan..
Terimakasih atas warna yang Engkau beri..
Inilah pelangi..
Ya, akan selalu seindah pelangi..
21 November 2012
- Sesungguhnya Allah yang paling mengetahui apa-apa yang terbaik bagi hambanya. Boleh jadi apa yang terbaik menurutmu, belum tentu baik menurut Allah -
Tampilkan postingan dengan label I really mean it... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label I really mean it... Tampilkan semua postingan
Rabu, 21 November 2012
Minggu, 24 April 2011
Saya Suka
tak banyak bersua
tak banyak bicara
saat jumpa
kan banyak cerita
berbagi kisah
jutaan ceria
warna-warni
indah!
24 April 2011
-long weekend, great days!!-
tak banyak bicara
saat jumpa
kan banyak cerita
berbagi kisah
jutaan ceria
warna-warni
indah!
24 April 2011
-long weekend, great days!!-
Kamis, 21 Oktober 2010
Bukan Cinta Mati
aku hanya ingin cinta-setulus-hati-mu,,
bukan cinta-setengah-mati-mu..
21 Oktober 2010
-ceracau di sela bosan-
bukan cinta-setengah-mati-mu..
21 Oktober 2010
-ceracau di sela bosan-
Sabtu, 28 Agustus 2010
Saya Marah, Sungguh!!
pernah merasa begitu marah??
marah begitu membuncah tapi hanya bisa menelan ludah, menahan kata..
saya pernah..
saya marah bukan karena tak dibelikan handphone berkamera atau tak diizinkan bersepeda.. bukan karena itu, karena memang saya sudah punya.. jadi tak perlulah saya marah.. :p
masalahnya tak sesederhana itu.. rasanya tak perlulah saya ceritakan penyebab kemarahan saya.. tak apa, ya?! maafkan saya.. terima kasih.. :)
saya marah padanya, tapi saya tak mampu berkata-kata
tak bisa menunjukkan kesal saya padanya.. ah,, tapi saya tau dia merasakannya.
saya mulai pongah
menutup mata akan semua bujuknya, pedulinya, sayangnya.. ah, tak perlu ragu,, tak sedikitpun bual di dalamnya..
menutup telinga, tak hiraukan semua nasehatnya..
saya tak merasa lagi nyaman bersamanya, tidak seperti dulu
bercengkrama dengannya seperti hanya formalitas saja, bukti bahwa saya ada, duduk di dekatnya.
berbagi cerita hanya seadanya, tak lagi antusias seperti biasa
hanya supaya saya tak acuh padanya
hanya karena ini kewajiban saya
saya berubah
saya yang paling terluka
saya yang paling kecewa
itu yang saya rasa
pernah saya berkata keras padanya
begitu lancang membentaknya, lepas begitu saja
percayalah.. tak sekalipun saya menginginkannya, begitu hati-hati saya jaga
saya kehilangan kuasa atas lisan saya
ke-aku-an mengendalikan segalanya
bukan.. bukan karena saya benci padanya
demi Tuhan,, saya sungguh menyayanginya
tak sedikitpun saya ingin menyakitinya
kenapa tak begini?! kenapa tak begitu?!
harusnya begini!! harusnya begitu!!
"jaga kesehatan!"
"kenapa makan sembarangan?!"
sungguh saya menyayanginya
tapi tak lagi bisa rendahkan suara, berkata lembut padanya
saya begitu marah
hingga saya lihat kerut di dahinya, keriput tangannya
kesepian di coklat matanya
payah tanpa pamrihnya
putih mengganti hitam rambutnya
dirinya tak lagi muda
sebenarnya dirinya-lah yang paling terluka, yang paling kecewa
saya hanya pura-pura tak menyadarinya, tak bisa menerimanya
amarah membungkam nurani saya
saya mengaku salah
Tuhan yang Maha Agung, mohon ampunilah hamba
saya salah
menahan amarah, tak hanya menahan buncah tak pecah
tak cukup hanya dengan diam
amarah bukan untuk dipendam, tapi diredam, hingga menghilang
saya salah
takkan lagi saya mengulangnya
takkan lagi menyusahkannya
takkan lagi..
saya berjanji!
sepertinya saya mulai memahami sedikit arti
La taghdhob wa lakal jannah
semoga Allah membukakan pintu surga-Nya
amiin..
28 Agustus 2010
-Ayahku, Ayah Juara Satu!-
marah begitu membuncah tapi hanya bisa menelan ludah, menahan kata..
saya pernah..
saya marah bukan karena tak dibelikan handphone berkamera atau tak diizinkan bersepeda.. bukan karena itu, karena memang saya sudah punya.. jadi tak perlulah saya marah.. :p
masalahnya tak sesederhana itu.. rasanya tak perlulah saya ceritakan penyebab kemarahan saya.. tak apa, ya?! maafkan saya.. terima kasih.. :)
saya marah padanya, tapi saya tak mampu berkata-kata
tak bisa menunjukkan kesal saya padanya.. ah,, tapi saya tau dia merasakannya.
saya mulai pongah
menutup mata akan semua bujuknya, pedulinya, sayangnya.. ah, tak perlu ragu,, tak sedikitpun bual di dalamnya..
menutup telinga, tak hiraukan semua nasehatnya..
saya tak merasa lagi nyaman bersamanya, tidak seperti dulu
bercengkrama dengannya seperti hanya formalitas saja, bukti bahwa saya ada, duduk di dekatnya.
berbagi cerita hanya seadanya, tak lagi antusias seperti biasa
hanya supaya saya tak acuh padanya
hanya karena ini kewajiban saya
saya berubah
saya yang paling terluka
saya yang paling kecewa
itu yang saya rasa
pernah saya berkata keras padanya
begitu lancang membentaknya, lepas begitu saja
percayalah.. tak sekalipun saya menginginkannya, begitu hati-hati saya jaga
saya kehilangan kuasa atas lisan saya
ke-aku-an mengendalikan segalanya
bukan.. bukan karena saya benci padanya
demi Tuhan,, saya sungguh menyayanginya
tak sedikitpun saya ingin menyakitinya
kenapa tak begini?! kenapa tak begitu?!
harusnya begini!! harusnya begitu!!
"jaga kesehatan!"
"kenapa makan sembarangan?!"
sungguh saya menyayanginya
tapi tak lagi bisa rendahkan suara, berkata lembut padanya
saya begitu marah
hingga saya lihat kerut di dahinya, keriput tangannya
kesepian di coklat matanya
payah tanpa pamrihnya
putih mengganti hitam rambutnya
dirinya tak lagi muda
sebenarnya dirinya-lah yang paling terluka, yang paling kecewa
saya hanya pura-pura tak menyadarinya, tak bisa menerimanya
amarah membungkam nurani saya
saya mengaku salah
Tuhan yang Maha Agung, mohon ampunilah hamba
saya salah
menahan amarah, tak hanya menahan buncah tak pecah
tak cukup hanya dengan diam
amarah bukan untuk dipendam, tapi diredam, hingga menghilang
saya salah
takkan lagi saya mengulangnya
takkan lagi menyusahkannya
takkan lagi..
saya berjanji!
sepertinya saya mulai memahami sedikit arti
La taghdhob wa lakal jannah
semoga Allah membukakan pintu surga-Nya
amiin..
28 Agustus 2010
-Ayahku, Ayah Juara Satu!-
Tentang Pilihan
kata orang, hidup itu pilihan
benar adanya menurut saya
seperti Firman Tuhan, segala sesuatu diciptakan berpasangan
tidak melulu soal laki-laki dan perempuan yang ditakdirkan halal dalam ikatan pernikahan
pernah dengar "setelah kesulitan akan datang kemudahan"?
ada banyak wujud ber-pasang-an
tak mesti sepadan, bisa juga berlawanan
maju - mundur
tinggi - rendah
siang - malam
suka - benci
(ah, saya agak sok tau ya, Pak-Bu Guru?? hehe..)
ya.. semua berpasangan.. semua menjadi pilihan..
mau baik atau mau buruk?
silahkan dipilih..
atau seperti sorak para pejuang..
Merdeka atau Mati!!!
lagi-lagi menjadi pilihan, penentu masa depan..
hidup takkan lepas dari pilihan, sekecil apapun perbuatan..
ke kiri atau ke kanan
ya atau tidak
sekarang atau nanti
kala bimbang jangan ragu libatkan Tuhan
ah, rasanya tak adil menyapa Tuhan hanya saat butuh bimbingan.. lagi-lagi ini pilihan..
setelah doa dipanjatkan, apa yang harus dilakukan?
haruskah berdiam diri menunggu petunjuk dalam mimpi?
tak melulu begitu..
tak harus begitu saya rasa..
tak cukup hanya meminta, ayo terus berusaha!
ah, kalau kau memilih menunggu mimpi, saya tak bisa menghalangi
lagi-lagi silahkan pilih..
pilih yang terbaik menurut hati
tetap mawas diri
semoga mendapat restu Ilahi
ini yang saya pilih..
khawatir kan saya sesali suatu hari nanti?!
takkan pernah tau jika tak saya jalani..
hey..
tentu saya tak berharap itu terjadi!!
yah.. ini semua tentang pilihan..
26 Agustus 2010
-tak ingin hanya jadi sang pemimpi-
benar adanya menurut saya
seperti Firman Tuhan, segala sesuatu diciptakan berpasangan
tidak melulu soal laki-laki dan perempuan yang ditakdirkan halal dalam ikatan pernikahan
pernah dengar "setelah kesulitan akan datang kemudahan"?
ada banyak wujud ber-pasang-an
tak mesti sepadan, bisa juga berlawanan
maju - mundur
tinggi - rendah
siang - malam
suka - benci
(ah, saya agak sok tau ya, Pak-Bu Guru?? hehe..)
ya.. semua berpasangan.. semua menjadi pilihan..
mau baik atau mau buruk?
silahkan dipilih..
atau seperti sorak para pejuang..
Merdeka atau Mati!!!
lagi-lagi menjadi pilihan, penentu masa depan..
hidup takkan lepas dari pilihan, sekecil apapun perbuatan..
ke kiri atau ke kanan
ya atau tidak
sekarang atau nanti
kala bimbang jangan ragu libatkan Tuhan
ah, rasanya tak adil menyapa Tuhan hanya saat butuh bimbingan.. lagi-lagi ini pilihan..
setelah doa dipanjatkan, apa yang harus dilakukan?
haruskah berdiam diri menunggu petunjuk dalam mimpi?
tak melulu begitu..
tak harus begitu saya rasa..
tak cukup hanya meminta, ayo terus berusaha!
ah, kalau kau memilih menunggu mimpi, saya tak bisa menghalangi
lagi-lagi silahkan pilih..
pilih yang terbaik menurut hati
tetap mawas diri
semoga mendapat restu Ilahi
ini yang saya pilih..
khawatir kan saya sesali suatu hari nanti?!
takkan pernah tau jika tak saya jalani..
hey..
tentu saya tak berharap itu terjadi!!
yah.. ini semua tentang pilihan..
26 Agustus 2010
-tak ingin hanya jadi sang pemimpi-
Rabu, 21 Juli 2010
Suratku Untukmu
masa remajaku
tak bisa kuhabiskan bersamamu
tak ada curahan hatiku, curahan gulanaku
tak jua sipu-ku berbagi cerita denganmu, saat jatuh hatiku
sungguh aku iri
betapa ingin mendekap erat dirimu, setiap saat aku butuh
betapa ingin mengadu padamu, apa saja keluh kesahku
betapa ingin merajuk manja padamu, menanti belaian hangatmu
seperti yang mereka ceritakan padaku
sungguh aku iri
melihat mereka bercengkrama saling bercanda
melihat mereka berjalan menghabiskan waktu bersama
melihat mereka melingkarkan lengan, bergandengan, saling bersandar
sungguh aku iri
mendengar mereka berkata, "lihat, ia membelikanku baju baru."
"ada yang mau? ia membuatkan bekal makan siang untukku."
"ia memarahiku, boros sekali aku untuk hal yang tak perlu."
sungguh aku iri
aku pun ingin merasakannya, bersamamu
sungguh..
Masa remajaku
kulalui tanpa dirimu
tak ada kelas memasak bersamamu, ajarkan resep andalanmu
tak jua kudengar omelanmu, jika kurusak citarasa masakanmu dengan kebodohanku
tak apa, aku inginkan itu..
kau tahu betapa bingungnya aku ketika coba taklukkan dapurmu?
gosong, hambar, terlalu asin, sudah barang biasa
ah untungnya masih bisa menambal perut yang sudah menganga
oh ya,,
kau tahu pujian pertama untukku?
masakan sederhana itu, sungguh sederhana
tahu goreng itu dilahap nikmat oleh kakakku
rasanya biasa saja, kuolah apa adanya, tak ada bumbu istimewa
enak dan menggugah selera katanya
ah, sebenarnya ia hanya rindu masakan rumah itu
aku tahu, betapa ia rindu masakan lezatmu
begitupun aku, kami semua, begitu rindu
tapi sekarang...
tak perlu lagi kau khawatirkan itu
aku adalah koki penguasa dapurmu
meniru masakanmu, cukup membuat lidah bergoyang
ah, aku melebih-lebihkan.. hehe
tak sehebat dirimu tentu saja
ya,, kau begitu hebat!
aku masih ingat
setiap pagi kau bangun begitu dini
kue-kue itu, berwarna-warni, buatan sendiri
tak sekedar sarapan pagi
kau siapkan seragam sekolah kami
suara lembutmu bangunkan kami dari mimpi, "ayo lekas mandi!"
cukup nutrisi, pakaian rapi, kau beri kami motivasi, setiap hari
"aku hampir telat!" seruku sembari mengikat tali sepatu, terburu-buru, berlari menuju pintu.
ah, hampir lupa. berbalik aku, mencium tanganmu, aku siap!
"assalamuaikum.."
lagi-lagi aku rindu hari-hari itu
masa remajaku
tak lagi bisa kupamerkan raporku, juara kelas aku, tlah lulus sekolahku
tak bisa kulihat senyummu, saat sekolah tinggi itu menerimaku, banggamu
tak jua bisa kuraih lenganmu, menginginkan rengkuhmu, menenangkanku, ketika bangku kuliah tak semudah anganku
tak ada dirimu di sisiku, di hari kelulusanku
tak ada dirimu yang mendampingiku, di potret itu
ah, tak mengapa. yang penting kau selalu menemaniku, di hatiku
waktu berjalan perlahan, begitu lambat, begitu menyiksa, menyesakkan dada
lalu ia berlari kecil, sedikit tergesa
tiba-tiba ia melesat begitu cepat
enam kali sudah bumi mengelilingi matahari
enam tahun berlalu
enam tahun, tak terasa singkat bagiku
aku tak lagi remaja seperti waktu itu
tak lagi seragam putih-abu melekat di keseharianku
tak lagi harus menahan kantuk demi ilmu dari para dosenku..
sekarang..
aku dengan kehidupan baruku
dengan segala tanggung jawab di pundakku
tak lagi pantas aku mengeluh atas bimbangku
harus mampu berdiri teguh. bukan begitu?!
aku dengan dunia kerjaku
memulai titian karir yang terasa asing bagiku
perlahan mulai kumengerti payahmu dulu
ah, tak seberapa jika dibandingkan denganmu
keluarga dan negara, begitu pandai kau mengatur waktu
jauh yang kau tempuh, peluh yang membasahi tubuhmu, pun tak menghapus gurat senyummu
negara memang bukan nomor dua, tapi mengabaikan keluarga, haruskah?!
keluarga memang utama, tapi negara, kau tak acuh padanya, bolehkah?!
semua ada proporsinya
terima kasih teladannya
kau tahu?!
ingin sekali aku membanggakan dirimu di hadapan duniaku
ibuku sangat hebat, jago memasak, enaaaak sekali
ibuku tekun sekali, sulaman tangan buatannya selalu rapi
ibuku istri shalehah, taat pada suami, pandai menjaga hati, membawa diri.. aku harus begitu suatu hari nanti..
ibuku baik sekali, lisannya, lakunya, menyenangkan hati
aaaaaa rasanya ingin sekali...
tutur bahasamu, budi pekertimu, teladan dalam dirimu
sabarmu, taatmu, ibadahmu, syukurmu, ikhlasmu, tegarmu, senyummu, pun dalam sakitmu
kau betul-betul wanita tangguh
ah, lagi-lagi aku larut dalam lamunku, mengenangmu
aku benar-benar rindu
rindu sekali
Ya Allah, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku, dan kasihilah mereka sebagaimana mereka mengasihiku di waktu kecil.
Amiin
21 Juli 2010
-mengenang 22 Juli 2004-
tak bisa kuhabiskan bersamamu
tak ada curahan hatiku, curahan gulanaku
tak jua sipu-ku berbagi cerita denganmu, saat jatuh hatiku
sungguh aku iri
betapa ingin mendekap erat dirimu, setiap saat aku butuh
betapa ingin mengadu padamu, apa saja keluh kesahku
betapa ingin merajuk manja padamu, menanti belaian hangatmu
seperti yang mereka ceritakan padaku
sungguh aku iri
melihat mereka bercengkrama saling bercanda
melihat mereka berjalan menghabiskan waktu bersama
melihat mereka melingkarkan lengan, bergandengan, saling bersandar
sungguh aku iri
mendengar mereka berkata, "lihat, ia membelikanku baju baru."
"ada yang mau? ia membuatkan bekal makan siang untukku."
"ia memarahiku, boros sekali aku untuk hal yang tak perlu."
sungguh aku iri
aku pun ingin merasakannya, bersamamu
sungguh..
Masa remajaku
kulalui tanpa dirimu
tak ada kelas memasak bersamamu, ajarkan resep andalanmu
tak jua kudengar omelanmu, jika kurusak citarasa masakanmu dengan kebodohanku
tak apa, aku inginkan itu..
kau tahu betapa bingungnya aku ketika coba taklukkan dapurmu?
gosong, hambar, terlalu asin, sudah barang biasa
ah untungnya masih bisa menambal perut yang sudah menganga
oh ya,,
kau tahu pujian pertama untukku?
masakan sederhana itu, sungguh sederhana
tahu goreng itu dilahap nikmat oleh kakakku
rasanya biasa saja, kuolah apa adanya, tak ada bumbu istimewa
enak dan menggugah selera katanya
ah, sebenarnya ia hanya rindu masakan rumah itu
aku tahu, betapa ia rindu masakan lezatmu
begitupun aku, kami semua, begitu rindu
tapi sekarang...
tak perlu lagi kau khawatirkan itu
aku adalah koki penguasa dapurmu
meniru masakanmu, cukup membuat lidah bergoyang
ah, aku melebih-lebihkan.. hehe
tak sehebat dirimu tentu saja
ya,, kau begitu hebat!
aku masih ingat
setiap pagi kau bangun begitu dini
kue-kue itu, berwarna-warni, buatan sendiri
tak sekedar sarapan pagi
kau siapkan seragam sekolah kami
suara lembutmu bangunkan kami dari mimpi, "ayo lekas mandi!"
cukup nutrisi, pakaian rapi, kau beri kami motivasi, setiap hari
"aku hampir telat!" seruku sembari mengikat tali sepatu, terburu-buru, berlari menuju pintu.
ah, hampir lupa. berbalik aku, mencium tanganmu, aku siap!
"assalamuaikum.."
lagi-lagi aku rindu hari-hari itu
masa remajaku
tak lagi bisa kupamerkan raporku, juara kelas aku, tlah lulus sekolahku
tak bisa kulihat senyummu, saat sekolah tinggi itu menerimaku, banggamu
tak jua bisa kuraih lenganmu, menginginkan rengkuhmu, menenangkanku, ketika bangku kuliah tak semudah anganku
tak ada dirimu di sisiku, di hari kelulusanku
tak ada dirimu yang mendampingiku, di potret itu
ah, tak mengapa. yang penting kau selalu menemaniku, di hatiku
waktu berjalan perlahan, begitu lambat, begitu menyiksa, menyesakkan dada
lalu ia berlari kecil, sedikit tergesa
tiba-tiba ia melesat begitu cepat
enam kali sudah bumi mengelilingi matahari
enam tahun berlalu
enam tahun, tak terasa singkat bagiku
aku tak lagi remaja seperti waktu itu
tak lagi seragam putih-abu melekat di keseharianku
tak lagi harus menahan kantuk demi ilmu dari para dosenku..
sekarang..
aku dengan kehidupan baruku
dengan segala tanggung jawab di pundakku
tak lagi pantas aku mengeluh atas bimbangku
harus mampu berdiri teguh. bukan begitu?!
aku dengan dunia kerjaku
memulai titian karir yang terasa asing bagiku
perlahan mulai kumengerti payahmu dulu
ah, tak seberapa jika dibandingkan denganmu
keluarga dan negara, begitu pandai kau mengatur waktu
jauh yang kau tempuh, peluh yang membasahi tubuhmu, pun tak menghapus gurat senyummu
negara memang bukan nomor dua, tapi mengabaikan keluarga, haruskah?!
keluarga memang utama, tapi negara, kau tak acuh padanya, bolehkah?!
semua ada proporsinya
terima kasih teladannya
kau tahu?!
ingin sekali aku membanggakan dirimu di hadapan duniaku
ibuku sangat hebat, jago memasak, enaaaak sekali
ibuku tekun sekali, sulaman tangan buatannya selalu rapi
ibuku istri shalehah, taat pada suami, pandai menjaga hati, membawa diri.. aku harus begitu suatu hari nanti..
ibuku baik sekali, lisannya, lakunya, menyenangkan hati
aaaaaa rasanya ingin sekali...
tutur bahasamu, budi pekertimu, teladan dalam dirimu
sabarmu, taatmu, ibadahmu, syukurmu, ikhlasmu, tegarmu, senyummu, pun dalam sakitmu
kau betul-betul wanita tangguh
ah, lagi-lagi aku larut dalam lamunku, mengenangmu
aku benar-benar rindu
rindu sekali
Ya Allah, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku, dan kasihilah mereka sebagaimana mereka mengasihiku di waktu kecil.
Amiin
21 Juli 2010
-mengenang 22 Juli 2004-
Senin, 28 Juni 2010
A . K. U.
hanya tersenyum
diam membisu
dan mudah tersipu
inilah aku, pemalu
ah, tak selamanya aku membisu
bagai kicau murai di pagi hari
tawa seolah tiada henti
aku juga periang
kicau riang canda
jingkrak sana sini sesuka hati
polah manja semua harus kaupenuhi
aku memang kekanakan
ah, tak selalu aku kekanakan
berfikir logis penuh arti
mandiri teguh berpijak
Lihat! aku dewasa
ingin tahu, semua ingin kujajaki
percaya logika buatku berani
ah, sok berani barangkali
tipis bedanya
terkadang aku nekat
lembut, sabar, peduli, kasih, semua kukendali
amboi, sejuk terasa..
tapi, kala emosi membara
egois, tak acuh, marah, begitu peka dan mudah terluka
air mata mengalir begitu saja
bukan..
bukan aku sengaja..
sungguh..
logika kuajak bicara
tapi apa daya, hati seringkali lebih berkuasa
bukan karena aku sengaja..
pahamilah..
aku seorang wanita..
28 Juni 2010
-di antara ragu.. inilah aku-
diam membisu
dan mudah tersipu
inilah aku, pemalu
ah, tak selamanya aku membisu
bagai kicau murai di pagi hari
tawa seolah tiada henti
aku juga periang
kicau riang canda
jingkrak sana sini sesuka hati
polah manja semua harus kaupenuhi
aku memang kekanakan
ah, tak selalu aku kekanakan
berfikir logis penuh arti
mandiri teguh berpijak
Lihat! aku dewasa
ingin tahu, semua ingin kujajaki
percaya logika buatku berani
ah, sok berani barangkali
tipis bedanya
terkadang aku nekat
lembut, sabar, peduli, kasih, semua kukendali
amboi, sejuk terasa..
tapi, kala emosi membara
egois, tak acuh, marah, begitu peka dan mudah terluka
air mata mengalir begitu saja
bukan..
bukan aku sengaja..
sungguh..
logika kuajak bicara
tapi apa daya, hati seringkali lebih berkuasa
bukan karena aku sengaja..
pahamilah..
aku seorang wanita..
28 Juni 2010
-di antara ragu.. inilah aku-
Jumat, 07 Mei 2010
Jum'at Malam
aku percaya padamu
meski kecewa kau buat
aku percaya padamu
jangan dusta kau ucap
jangan padaku, dia, kami, dan mereka
semua demi kebaikanmu
semoga aku salah
aku percaya padamu
semoga kebaikan selalu bersamamu
07 Mei 2010
-bukan soal main hati, apalagi main judi.. -
meski kecewa kau buat
aku percaya padamu
jangan dusta kau ucap
jangan padaku, dia, kami, dan mereka
semua demi kebaikanmu
semoga aku salah
aku percaya padamu
semoga kebaikan selalu bersamamu
07 Mei 2010
-bukan soal main hati, apalagi main judi.. -
Rabu, 06 Januari 2010
hati-hati hatiku
aku tak mau jatuh
jatuh itu sakit
saat bahagia di ketinggian
lalu terlepas
terjerembab
luka menganga
perih...
aku tak mau jatuh
terlebih hatiku
kan kulindungi
kudekap erat
kusimpan di lubuk terdalam
tak boleh jatuh
tak boleh sakit
tak boleh cedera
aku tak mau jatuh
terlebih hatiku
itu pintaku
ah,, andai saja...
6 Januari 2010
-100% diketik dan dipost pake fasilitas-negara-yang-disalahgunakan-
jatuh itu sakit
saat bahagia di ketinggian
lalu terlepas
terjerembab
luka menganga
perih...
aku tak mau jatuh
terlebih hatiku
kan kulindungi
kudekap erat
kusimpan di lubuk terdalam
tak boleh jatuh
tak boleh sakit
tak boleh cedera
aku tak mau jatuh
terlebih hatiku
itu pintaku
ah,, andai saja...
6 Januari 2010
-100% diketik dan dipost pake fasilitas-negara-yang-disalahgunakan-
Senin, 28 Desember 2009
Baca Tulis
kau tulis maka kubaca
luapan rasa
rintihan kecewa
atau emosi jiwa semata
izinkan aku memahaminya
walau payah kan tetap kueja
kau bicara maka kudengar
hati berkata
curiga bertanya-tanya
atau hanya berceritera
izinkan aku mengetahuinya
walau samar telinga kan tetap terjaga
aksara ataukah suara
aku bersedia menghimpunnya
tapi jangan beri hampa belaka
kuharap semua penuh makna
hindarkan dari segala hina
oh dunia..
28 Desember 2009
-ternyata hasil akhir melenceng dari ide semula.. haha-
luapan rasa
rintihan kecewa
atau emosi jiwa semata
izinkan aku memahaminya
walau payah kan tetap kueja
kau bicara maka kudengar
hati berkata
curiga bertanya-tanya
atau hanya berceritera
izinkan aku mengetahuinya
walau samar telinga kan tetap terjaga
aksara ataukah suara
aku bersedia menghimpunnya
tapi jangan beri hampa belaka
kuharap semua penuh makna
hindarkan dari segala hina
oh dunia..
28 Desember 2009
-ternyata hasil akhir melenceng dari ide semula.. haha-
Minggu, 27 Desember 2009
Taman Sendu
satu musim
dua taman
kau semai sesuka hati
kau pupuk setengah peduli
kuncup tumbuh
dua taman berseri
kau siram silih berganti
kau pun rasa letih
kembang merekah
dua taman merona
kumbang menghampiri
kau halau sekuat diri
musim berlalu
dua taman bersemi
kau pilih yang paling mewangi
abaikan yang tak menarik hati
satu taman
untuk kediaman
koleksi lalu seleksi
kau jadikan alibi
jika itu inginmu...
satu tanyaku...
mengapa tak hanya kau tanam satu?
kau jaga sepenuh jiwa
takkan ada taman tersia
. . . .
tak bisakah seleksi tanpa harus koleksi??!!
9 Desember 2009 [1.00 pm]
-Tergelitik oleh kata2 "Koleksi, Seleksi, Resepsi" dalam komen foto seorang teman-
dua taman
kau semai sesuka hati
kau pupuk setengah peduli
kuncup tumbuh
dua taman berseri
kau siram silih berganti
kau pun rasa letih
kembang merekah
dua taman merona
kumbang menghampiri
kau halau sekuat diri
musim berlalu
dua taman bersemi
kau pilih yang paling mewangi
abaikan yang tak menarik hati
satu taman
untuk kediaman
koleksi lalu seleksi
kau jadikan alibi
jika itu inginmu...
satu tanyaku...
mengapa tak hanya kau tanam satu?
kau jaga sepenuh jiwa
takkan ada taman tersia
. . . .
tak bisakah seleksi tanpa harus koleksi??!!
9 Desember 2009 [1.00 pm]
-Tergelitik oleh kata2 "Koleksi, Seleksi, Resepsi" dalam komen foto seorang teman-
Bukan Cermin Ajaib
aku butuh cermin...
namun bukan cermin ajaib yang 'kan berkata bahwa akulah wanita tercantik di dunia...
aku butuh cermin..
hanya sekeping cermin yang jujur memantulkan refleksi maya nan nyata
bagaimana parasku...
kala ku riang, ketika tawa renyah terdengar dari hatiku...
kala ku bahagia, ketika senyum tulus tersimpul di bibirku...
aku butuh cermin...
namun bukan cermin ajaib yang 'kan berkata bahwa akulah wanita terhebat di dunia...
aku butuh cermin..
hanya sekeping cermin yang jernih memantulkan siluet diri...
bagaimana jiwaku...
kala ku lara, ketika mendung duka menyelimuti hariku....
kala ku rapuh, ketika keterpurukan mengguncang batinku...
aku tak butuh cermin ajaib..
aku hanya butuh sekeping cermin biasa..
cermin di mana aku bisa, tanpa ragu ataupun malu...
bersikap manja, tersipu di hadapannya..
berbagi kisah, tentang rasa dan asa...
cermin di mana aku bisa mengadu...
menunjukkan wajah senduku...
menumpahkan resahku.. sesalku...
merajuk dalam isak tangisku...
sungguh aku tak butuh cermin ajaib...
aku hanya butuh sekeping cermin biasa...
ketika aku berkaca padanya..
kan kutemukan arti bayangku...
betapa cantiknya aku dalam setiap kekuranganku..
betapa tegarnya aku dalam setiap lemahku..
betapa arifnya aku dalam setiap kekanakanku...
sungguh aku tak butuh cermin ajaib...
aku hanya butuh sekeping cermin biasa...
ketika aku menatapnya...
dengan lembut kan menegurku..
tak seharusnya ego menguasai diriku..
tak sepantasnya benci mengotori kalbuku..
tak sepatutnya nafsu mengalahkan sabarku...
aku butuh cermin..
yang setia menemani dan mengingatkanku..
'tuk jadi lebih baik...
26 November 2009 [10.04 pm]
namun bukan cermin ajaib yang 'kan berkata bahwa akulah wanita tercantik di dunia...
aku butuh cermin..
hanya sekeping cermin yang jujur memantulkan refleksi maya nan nyata
bagaimana parasku...
kala ku riang, ketika tawa renyah terdengar dari hatiku...
kala ku bahagia, ketika senyum tulus tersimpul di bibirku...
aku butuh cermin...
namun bukan cermin ajaib yang 'kan berkata bahwa akulah wanita terhebat di dunia...
aku butuh cermin..
hanya sekeping cermin yang jernih memantulkan siluet diri...
bagaimana jiwaku...
kala ku lara, ketika mendung duka menyelimuti hariku....
kala ku rapuh, ketika keterpurukan mengguncang batinku...
aku tak butuh cermin ajaib..
aku hanya butuh sekeping cermin biasa..
cermin di mana aku bisa, tanpa ragu ataupun malu...
bersikap manja, tersipu di hadapannya..
berbagi kisah, tentang rasa dan asa...
cermin di mana aku bisa mengadu...
menunjukkan wajah senduku...
menumpahkan resahku.. sesalku...
merajuk dalam isak tangisku...
sungguh aku tak butuh cermin ajaib...
aku hanya butuh sekeping cermin biasa...
ketika aku berkaca padanya..
kan kutemukan arti bayangku...
betapa cantiknya aku dalam setiap kekuranganku..
betapa tegarnya aku dalam setiap lemahku..
betapa arifnya aku dalam setiap kekanakanku...
sungguh aku tak butuh cermin ajaib...
aku hanya butuh sekeping cermin biasa...
ketika aku menatapnya...
dengan lembut kan menegurku..
tak seharusnya ego menguasai diriku..
tak sepantasnya benci mengotori kalbuku..
tak sepatutnya nafsu mengalahkan sabarku...
aku butuh cermin..
yang setia menemani dan mengingatkanku..
'tuk jadi lebih baik...
26 November 2009 [10.04 pm]
Kusebut Ia Teman...
hari ini kutemukan teman sejatiku
tak sadar sejak lama kukenal
menyapaku dalam riang
merangkulku kala sedih
menemani kala kusendiri
tertawa bersama kala bahagia
ia selalu ada di sisiku
mengerti aku
menasihatiku
tanpa pernah menghakimiku
menghapus air mata di setiap isak tangisku
dan mendengar keluhku
tanpa pernah menyela
candanya slalu menemani hariku
doanya mengiringi setiap langkahku
slalu berharap yang terbaik untukku
menyemangatiku
membantuku berdiri saat kuterjatuh
menegakkan kepalaku saat kuterpuruk
pundaknya slalu siap tuk kubersandar
dan tangannya slalu ada tuk kugenggam
kini..
aku butuh ia
ingin aku menemuinya
mendengar gelak tawanya
melihat senyum manisnya
menekuni kata bijak darinya
ingin kuucap terima kasih padanya
jutaan maaf mohon pengampunannya
ingin kupeluk erat dirinya
namun
tak mampu kuraih tangannya
aku tersedan...
akhirnya
aku tersadar
teman sejatiku
hanyalah bayang dalam cerminku
5 September 2009
-dedicated to someone I miss to death-
tak sadar sejak lama kukenal
menyapaku dalam riang
merangkulku kala sedih
menemani kala kusendiri
tertawa bersama kala bahagia
ia selalu ada di sisiku
mengerti aku
menasihatiku
tanpa pernah menghakimiku
menghapus air mata di setiap isak tangisku
dan mendengar keluhku
tanpa pernah menyela
candanya slalu menemani hariku
doanya mengiringi setiap langkahku
slalu berharap yang terbaik untukku
menyemangatiku
membantuku berdiri saat kuterjatuh
menegakkan kepalaku saat kuterpuruk
pundaknya slalu siap tuk kubersandar
dan tangannya slalu ada tuk kugenggam
kini..
aku butuh ia
ingin aku menemuinya
mendengar gelak tawanya
melihat senyum manisnya
menekuni kata bijak darinya
ingin kuucap terima kasih padanya
jutaan maaf mohon pengampunannya
ingin kupeluk erat dirinya
namun
tak mampu kuraih tangannya
aku tersedan...
akhirnya
aku tersadar
teman sejatiku
hanyalah bayang dalam cerminku
5 September 2009
-dedicated to someone I miss to death-
Being Speechless Doesn't Mean....
being speechless..
not always mean I am shy...
not always mean I want to...
not always mean I agree with you...
being speechless...
means I am so confused...
really so affraid...
worry about the words I may regret...
don't know what should I say...
just remember my mother said...
your tounge could be sharper than knife...
it may cause you bleed...
or somebody else's hurt..
25 November 2009 [07.45 am]
not always mean I am shy...
not always mean I want to...
not always mean I agree with you...
being speechless...
means I am so confused...
really so affraid...
worry about the words I may regret...
don't know what should I say...
just remember my mother said...
your tounge could be sharper than knife...
it may cause you bleed...
or somebody else's hurt..
25 November 2009 [07.45 am]

