Tampilkan postingan dengan label kotak pandora. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kotak pandora. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 November 2012

Sepuluh dan Berwarna

Eh, kemarin adalah hari ulang bulan pernikahan saya yang ke sepuluh..
Sepuluh bulan yang penuh warna.
Penuh tawa dan canda.
Ya, ya, kau benar. Tentu saja diselingi dengan tangis dan marah.
Itu manusiawi, teman.
Hari-hari penuh bahagia.
Memang betul,, kadang terselip kesal atau rasa kau-jangan-lirik-dia-milikku. Hehe
Kata orang itu namanya bumbu pernikahan..

Banyak harapan yang kami buat..
Banyak impian yang kami tanam..
Satu sudah Kau amanahi kami..
Istana baru, alhamdulillah. Baiti jannati.
Semoga jadi perantara kami ke syurga nanti. amiin

Tiap hari penuh dengan syukur..
Ya, ya. Tak bohong, sesekali rasa kufur itu datang. Rasa angkuh itu menghadang.
Astaghfirullahal'azhim..
Terimakasih, Tuhan.
Engkau beri hamba pasangan yang selalu mengingatkan..
Engkau beri hamba banyak kesempatan..
Engkau beri hamba kesehatan..
Engkau beri hamba banyak kebaikan..
Engkau beri hamba banyak pelajaran..
Engkau beri apa yang hamba butuhkan..
Engkau Maha Tahu apa yang terbaik untuk diberikan..

Aih.. Tiba-tiba basah mengalir begitu saja melalui ductus-nasolacrimalis saya.

Saya lalai menata hati..
Saya lalai menjaga diri..
Saya lalai menjaga yang Kau beri..
Saya lalai.

Mohon ampun atas titik hitam di hati.
Mohon ampun atas kelalaian yang hamba lakoni.

Tuhan..

Terimakasih atas warna yang Engkau beri..
Inilah pelangi..
Ya, akan selalu seindah pelangi..




21 November 2012

- Sesungguhnya Allah yang paling mengetahui apa-apa yang terbaik bagi hambanya. Boleh jadi apa yang terbaik menurutmu, belum tentu baik menurut Allah -

Sabtu, 08 Januari 2011

Kau dan Aku

kita memang berbeda, namun tak pernah dibedakan..
benarkah??

maafkan segala kekurangan dirinya..



08 Januari 2011
-kita selamanya saudara-

Sabtu, 01 Januari 2011

Kloset Tahun Baru

baru kali ini saya melihat secara langsung keramaian menjemput detik2 pergantian tahun..

polusi udara malam ini luar biasa.. coba bayangkan,, ketika pepohonan tidak bisa berfotosintesis, yang otomatis membuat pasokan oksigen berkurang dan karbon mono-di-oksida tak terelakkan, kendaraan sliweran.. wuih.. ramainya jalanan.. ramai sekali.. menjelang pukul 12 dini hari sama ramainya dengan pukul12 siang, malah lebih ramai barangkali.. sepertinya separuh warga kota tumpah ruah di jalanan, termasuk saya.. eh,, tapi jangan salah mengira.. saya sama sekali tidak ingin ikut tahun-baruan,, tidak sama sekali.. ah, ceritanya panjang.. panjang sekali.. sepanjang perjalanan sekayu - palembang saya malam ini..

begini ceritanya...

saya singkat saja ya.. nanti saya tidak bisa tidur karena mengetik terlalu panjang.. :p

seperti jumat2 biasanya, setelah absen sore pukul 5 saya dan rekan2 kantor saya pulang ke kota -bukan kampung- halaman beramai2 menuju keluarga tercinta..

namun sore ini insiden kecil terjadi,, travel yang seharusnya saya dan teman2 tumpangi tiba2 dibatalkan tanpa pemberitahuan sebelumnya.. kami pun kocar kacir mencari tumpangan yang ada.. ah,, leganya akhirnya semua kebagian.. lalu dimulailah perjalanan panjang kami..

jalanan yang biasanya hanya diramaikan oleh truk2 pengangkut barang dan mobil2 pribadi yang menempuh perjalanan antarkota, kali ini juga dibanjiri oleh para pengendara roda dua.. aih,, saya salut pada berpasang2 muda-mudi itu,, menempuh jarak yg cukup jauh berkendara di antara truk2 yang aduhai besarnya... ahhh,, tak sekalipun saya ingin mencobanya,, meskipun belum tentu nyawa kan lepas dari raga, tapi angin malam yg merasuk ke badan kiranya takkan terhindar.. masuk angin.. saya tak maulah.. biarlah mereka saja..

karena jalanan yang sedikit lebih padat dari biasanya, kami pun tiba di Palembang sedikit terlambat.. hampir pukul 9 saya baru tiba di perempatan Polda, kalau anda orang palembang dan sekitarnya insyaAllah tau dimana letaknya, ayah saya sudah menunggu di sana.. saya dan ayah pun langsung menuju bandara SMB II untuk menjemput adik saya yang baru selesai ujian dan sudah sangat kangen rumah, katanya.. pukul 20.45 saya menerima pesan singkat "sudah masuk pesawat, yuk.. :D".. wah, kami tiba di bandara tepat waktu nih,, begitu batin saya.. hampir pukul setengah 10 kami tiba..

saya tunggu.. tunggu.. tunggu..

ah,, pukul 10 sudah,, tapi pesawat tak kunjung mendarat.. ow.. ow.. Indonesia belahan timur sana sudah pada tiup terompet sepertinya... saya mulai mengantuk.. ahaiiii,, akhirnya pesawat mendarat pukul 22.30.. saya tak habis pikir,, lama sekali pesawatnya terbang,, mungkin spesial tahun baru ya,, silahkan menikmati indahnya lontaran kembang api di angkasa Indonesia.. duh duh duh..

para penumpang tiba,, dan surprise!!!! adik saya jadi KURUS.. saya hampir tak mengenali.. kuliah super sibuk hingga lupa tidur dan makan membuatnya menyusut kurang lebih 7 kg dlm 3 bln.. malangnya anak kuliahan.. saya turut prihatin,, untung saya sudah lulus.. :p

kami pun segera meluncur meninggalkan bandara..

semua orang berbondong2 menuju pusat kota.. aiiihhh,, kembang api warna warni menghiasi langit malam Jembatan Ampera dan Benteng Kuto Besak.. riuh tiupan terompet membahana.. pastilah penuh sesak di sana.. eh,, eh,, sebenarnya saya hanya mengira2,, saya tidak menyaksikan langsung di sana.. hehe

kami bergegas pulang.. akhirnya riba di rumah sudah hampir pukul 12 dini hari..

di luar anak2 tetangga saya ramai menyalakan kembang api,, banyak sekali,, meniup terompet warna warni.. happy new year!! di sudut kota yang berbeda, sempat saya lihat sekelompok masyarakat bermuhasabah..

dan...
coba tebak di mana saya menghabiskan menit2 terakhir tahun 2010 ini??!!!

menit2 pergantian tahun sempurna saya lewatkan di kamar mandi rumah saya.. mandi (tanpa kembang) tengah malam.. haha..

ah,, beragam cara yang dipilih melewatkan malam ini..

saya cukuplah sendiri di kamar mandi.. sendiri..

terlintas di benak saya puisi karya Rieke Dyah Pitaloka yang pernah saya baca beberapa tahun lalu,, mohon izinnya ya saya kutip di sini..
Renungan Kloset

Ada baiknya kita tak perlu, mengores hidup kita dalam berlembar-lembar buku harian
Suatu saat nanti jika kita membacanya kembali…
manis, membuat ingin kembali pada masa itu
pahit, membuat duka tak bisa dilupakan dan dendam tak bisa hilang
Ada baiknya kita sesekali perlu, merenung hidup kita dalam tenang kloset yang diam
Tak perlu malu untuk mengenang, tersenyum atau mengangis
Setelah itu, siram bersama bau busuk dan sampah dari perut kita tanpa ingin mengecapnya kembali
Lalu, bersiaplah menyantap makanan baru yang lebih baik dr hari kemarin.


tepat sekali menggambarkan ritual saya.. haha

ah,, jadinya saya sedikit merenung..

saya jadi ingin mengucapkan terima kasih sedalam2 nya kepada: toilet rumah saya yang dengan lapang menerima tangisan ataupun sipu manja saya; toilet kantor yang terkadang ketiban sial mendengar jeritan tertahan saya, sudut meja kantor saya yang seringkali menjadi saksi bisu lelehan air mata saya, bantal dan boneka yang terkena tumpahan air mata saya, berlembar2 tissu yang harus terbuang mengelap basah sudut mata saya, selimut yang menjadi saputangan dadakan saya, serta gelapnya malam yang selalu berhasil menyembunyikan kesedihan saya... terima kasih banyak..

saya menyadari betapa cengengnya saya,, jauh dari kata tangguh yang coba saya tanamkan dalam diri saya..

terisak dalam sunyi mengharapkan uluran hangat tangan ibu..
berandai-andai bermanja dalam pelukannya, berbaring di pangkuannya, bersandar di lembut bahunya, mengadukan segala hal kepadanya, mendengar ceritanya, terlelap dalam ninabobo berbantalkan lengannya..

saya betul2 cengeng..
cengeng sekali..
tak mampu menahan air mata, bahkan di hadapan orang yang seharusnya saya jaga..
tak seharusnya..

aaahhhh... lupakan!!

ini bukan resolusi tahun baru saya.. setiap hari sama saja menurut saya..
tapi,, betul2 muncul keinginan kuat dalam diri saya..
saya harus bisa meneguhkan hati saya..
takkan ingin lagi saya menangis mengiba meskipun dalam sendiri..
tak ingin lagi..


mataku,, maafkan aku yang memaksa kelenjar air matamu bekerja lebih belakangan ini...
hatiku,, maafkan aku yang menyelipkan kecemasan di dalam asamu..
dadaku, maafkan aku yang membuatmu lelah dengan buncahan detak jantungku..
maafkan aku...


Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang..
mohon ampuni segala khilaf dan lalai hamba..
mohon ampuni segala keluh kesah hamba..
mohon luruskan niat hamba..
mohon perlihara hamba selalu dalam bimbingan-Mu

amiinn..




01 Januari 2011 (00.31)
-setelah makan martabak tengah malam-

Selasa, 28 Desember 2010

Hei, Kau Beruntung!

Ah.. untung kau tak ada di sini..
jika tidak, kan kubuat sesak nafasmu karena rengkuhku tak mau lepas darimu..
kan kubuat merah kupingmu dengan segala keluh kesahku..
takkan kubiarkan nyenyak tidurmu karena lenganmu menjadi bantal semalamku..
kan kubuat kau tak leluasa dengan rengekan manjaku yang menyusahkanmu..
kan kubuat jengah matamu karena takkan pergi ku dari pandanganmu..
dan tentu saja kan kubuat basah pundakmu dengan air mataku..


ah.. untunglah kau sudah tak di sini..
tak perlu lagi kau terusik ulah kami..



untunglah..




28 Desember 2010
-sssttt, sebetulnya aku bohong, jangan bilang2 ya!-

Jumat, 24 Desember 2010

Alir Mengalur

lagi-lagi..
terjadi lagi..
mengudara bebas begitu leluasa
kuikat namun terlepas


maaf...




24 Desember 2010
-tak kupegang janji, maaf-

Kamis, 02 Desember 2010

Rewind...

Make it undo


wish I could...




2 Desember 2010
-seperti dulu lebih baik-

Kamis, 04 November 2010

Cumbu Rasa dan Asa

Aaaaaarrrrggghhhh!!!
.
.
.
.
.

Jengah!



04 November 2010
-campur aduk-

Sabtu, 28 Agustus 2010

Saya Marah, Sungguh!!

pernah merasa begitu marah??
marah begitu membuncah tapi hanya bisa menelan ludah, menahan kata..
saya pernah..
saya marah bukan karena tak dibelikan handphone berkamera atau tak diizinkan bersepeda.. bukan karena itu, karena memang saya sudah punya.. jadi tak perlulah saya marah.. :p
masalahnya tak sesederhana itu.. rasanya tak perlulah saya ceritakan penyebab kemarahan saya.. tak apa, ya?! maafkan saya.. terima kasih.. :)

saya marah padanya, tapi saya tak mampu berkata-kata
tak bisa menunjukkan kesal saya padanya.. ah,, tapi saya tau dia merasakannya.

saya mulai pongah
menutup mata akan semua bujuknya, pedulinya, sayangnya.. ah, tak perlu ragu,, tak sedikitpun bual di dalamnya..
menutup telinga, tak hiraukan semua nasehatnya..
saya tak merasa lagi nyaman bersamanya, tidak seperti dulu
bercengkrama dengannya seperti hanya formalitas saja, bukti bahwa saya ada, duduk di dekatnya.
berbagi cerita hanya seadanya, tak lagi antusias seperti biasa
hanya supaya saya tak acuh padanya
hanya karena ini kewajiban saya
saya berubah

saya yang paling terluka
saya yang paling kecewa
itu yang saya rasa

pernah saya berkata keras padanya
begitu lancang membentaknya, lepas begitu saja
percayalah.. tak sekalipun saya menginginkannya, begitu hati-hati saya jaga
saya kehilangan kuasa atas lisan saya
ke-aku-an mengendalikan segalanya

bukan.. bukan karena saya benci padanya
demi Tuhan,, saya sungguh menyayanginya
tak sedikitpun saya ingin menyakitinya

kenapa tak begini?! kenapa tak begitu?!
harusnya begini!! harusnya begitu!!
"jaga kesehatan!"
"kenapa makan sembarangan?!"
sungguh saya menyayanginya
tapi tak lagi bisa rendahkan suara, berkata lembut padanya
saya begitu marah

hingga saya lihat kerut di dahinya, keriput tangannya
kesepian di coklat matanya
payah tanpa pamrihnya
putih mengganti hitam rambutnya
dirinya tak lagi muda

sebenarnya dirinya-lah yang paling terluka, yang paling kecewa
saya hanya pura-pura tak menyadarinya, tak bisa menerimanya
amarah membungkam nurani saya
saya mengaku salah
Tuhan yang Maha Agung, mohon ampunilah hamba


saya salah
menahan amarah, tak hanya menahan buncah tak pecah
tak cukup hanya dengan diam
amarah bukan untuk dipendam, tapi diredam, hingga menghilang

saya salah
takkan lagi saya mengulangnya
takkan lagi menyusahkannya
takkan lagi..
saya berjanji!


sepertinya saya mulai memahami sedikit arti
La taghdhob wa lakal jannah
semoga Allah membukakan pintu surga-Nya
amiin..




28 Agustus 2010
-Ayahku, Ayah Juara Satu!-

MONOLOG

kau dengar suara2 itu??
perbincangan yang begitu seru..
sepertinya ada yang tersedu
pendapat saling beradu
ah untungnya tiba pada titik temu

hey.. jangan pergi dulu!
sepertinya ada teriakan
pertengkaran ataukah perdebatan?
oh bukan.. hanya sedikit kejutan
berbagai kemungkinan

kau dengar itu??
tak hanya sapaan
permohonan
penyesalan
perencanaan
debaran
ah,, jelas sekali.. tak kunjung sunyi..
kau dengar itu, teman?

aku lelah sekali, begitu ingin menjemput mimpi
lebih baik kuputar saja playlist-ku
ah.. lantunan kesukaan yang selalu bisa me-ninabobo-kan
aku pun tenggelam dalam selimut malam




27 Agustus 2010
-ketika hanya aku dan Tuhan-ku saja yang tau-

Tentang Pilihan

kata orang, hidup itu pilihan
benar adanya menurut saya

seperti Firman Tuhan, segala sesuatu diciptakan berpasangan
tidak melulu soal laki-laki dan perempuan yang ditakdirkan halal dalam ikatan pernikahan
pernah dengar "setelah kesulitan akan datang kemudahan"?
ada banyak wujud ber-pasang-an
tak mesti sepadan, bisa juga berlawanan
maju - mundur
tinggi - rendah
siang - malam
suka - benci
(ah, saya agak sok tau ya, Pak-Bu Guru?? hehe..)

ya.. semua berpasangan.. semua menjadi pilihan..
mau baik atau mau buruk?
silahkan dipilih..
atau seperti sorak para pejuang..
Merdeka atau Mati!!!
lagi-lagi menjadi pilihan, penentu masa depan..

hidup takkan lepas dari pilihan, sekecil apapun perbuatan..
ke kiri atau ke kanan
ya atau tidak
sekarang atau nanti

kala bimbang jangan ragu libatkan Tuhan
ah, rasanya tak adil menyapa Tuhan hanya saat butuh bimbingan.. lagi-lagi ini pilihan..
setelah doa dipanjatkan, apa yang harus dilakukan?
haruskah berdiam diri menunggu petunjuk dalam mimpi?
tak melulu begitu..
tak harus begitu saya rasa..
tak cukup hanya meminta, ayo terus berusaha!
ah, kalau kau memilih menunggu mimpi, saya tak bisa menghalangi
lagi-lagi silahkan pilih..

pilih yang terbaik menurut hati
tetap mawas diri
semoga mendapat restu Ilahi
ini yang saya pilih..

khawatir kan saya sesali suatu hari nanti?!
takkan pernah tau jika tak saya jalani..
hey..
tentu saya tak berharap itu terjadi!!


yah.. ini semua tentang pilihan..





26 Agustus 2010
-tak ingin hanya jadi sang pemimpi-

Sabtu, 14 Agustus 2010

Bening

hangat
merona
merapuh

ketika bulir itu jatuh



ah.. tak setangguh yang kukira..




14 Agustus 2010
-bukan warrior princess-

Rabu, 21 Juli 2010

Suratku Untukmu

masa remajaku
tak bisa kuhabiskan bersamamu
tak ada curahan hatiku, curahan gulanaku
tak jua sipu-ku berbagi cerita denganmu, saat jatuh hatiku

sungguh aku iri
betapa ingin mendekap erat dirimu, setiap saat aku butuh
betapa ingin mengadu padamu, apa saja keluh kesahku
betapa ingin merajuk manja padamu, menanti belaian hangatmu
seperti yang mereka ceritakan padaku
sungguh aku iri
melihat mereka bercengkrama saling bercanda
melihat mereka berjalan menghabiskan waktu bersama
melihat mereka melingkarkan lengan, bergandengan, saling bersandar
sungguh aku iri
mendengar mereka berkata, "lihat, ia membelikanku baju baru."
"ada yang mau? ia membuatkan bekal makan siang untukku."
"ia memarahiku, boros sekali aku untuk hal yang tak perlu."
sungguh aku iri
aku pun ingin merasakannya, bersamamu
sungguh..


Masa remajaku
kulalui tanpa dirimu
tak ada kelas memasak bersamamu, ajarkan resep andalanmu
tak jua kudengar omelanmu, jika kurusak citarasa masakanmu dengan kebodohanku
tak apa, aku inginkan itu..

kau tahu betapa bingungnya aku ketika coba taklukkan dapurmu?
gosong, hambar, terlalu asin, sudah barang biasa
ah untungnya masih bisa menambal perut yang sudah menganga
oh ya,,
kau tahu pujian pertama untukku?
masakan sederhana itu, sungguh sederhana
tahu goreng itu dilahap nikmat oleh kakakku
rasanya biasa saja, kuolah apa adanya, tak ada bumbu istimewa
enak dan menggugah selera katanya
ah, sebenarnya ia hanya rindu masakan rumah itu
aku tahu, betapa ia rindu masakan lezatmu
begitupun aku, kami semua, begitu rindu
tapi sekarang...
tak perlu lagi kau khawatirkan itu
aku adalah koki penguasa dapurmu
meniru masakanmu, cukup membuat lidah bergoyang
ah, aku melebih-lebihkan.. hehe
tak sehebat dirimu tentu saja

ya,, kau begitu hebat!
aku masih ingat
setiap pagi kau bangun begitu dini
kue-kue itu, berwarna-warni, buatan sendiri
tak sekedar sarapan pagi
kau siapkan seragam sekolah kami
suara lembutmu bangunkan kami dari mimpi, "ayo lekas mandi!"
cukup nutrisi, pakaian rapi, kau beri kami motivasi, setiap hari
"aku hampir telat!" seruku sembari mengikat tali sepatu, terburu-buru, berlari menuju pintu.
ah, hampir lupa. berbalik aku, mencium tanganmu, aku siap!
"assalamuaikum.."
lagi-lagi aku rindu hari-hari itu


masa remajaku
tak lagi bisa kupamerkan raporku, juara kelas aku, tlah lulus sekolahku
tak bisa kulihat senyummu, saat sekolah tinggi itu menerimaku, banggamu
tak jua bisa kuraih lenganmu, menginginkan rengkuhmu, menenangkanku, ketika bangku kuliah tak semudah anganku
tak ada dirimu di sisiku, di hari kelulusanku
tak ada dirimu yang mendampingiku, di potret itu
ah, tak mengapa. yang penting kau selalu menemaniku, di hatiku


waktu berjalan perlahan, begitu lambat, begitu menyiksa, menyesakkan dada
lalu ia berlari kecil, sedikit tergesa
tiba-tiba ia melesat begitu cepat
enam kali sudah bumi mengelilingi matahari
enam tahun berlalu

enam tahun, tak terasa singkat bagiku
aku tak lagi remaja seperti waktu itu
tak lagi seragam putih-abu melekat di keseharianku
tak lagi harus menahan kantuk demi ilmu dari para dosenku..
sekarang..
aku dengan kehidupan baruku
dengan segala tanggung jawab di pundakku
tak lagi pantas aku mengeluh atas bimbangku
harus mampu berdiri teguh. bukan begitu?!

aku dengan dunia kerjaku
memulai titian karir yang terasa asing bagiku
perlahan mulai kumengerti payahmu dulu
ah, tak seberapa jika dibandingkan denganmu
keluarga dan negara, begitu pandai kau mengatur waktu
jauh yang kau tempuh, peluh yang membasahi tubuhmu, pun tak menghapus gurat senyummu
negara memang bukan nomor dua, tapi mengabaikan keluarga, haruskah?!
keluarga memang utama, tapi negara, kau tak acuh padanya, bolehkah?!
semua ada proporsinya
terima kasih teladannya

kau tahu?!
ingin sekali aku membanggakan dirimu di hadapan duniaku
ibuku sangat hebat, jago memasak, enaaaak sekali
ibuku tekun sekali, sulaman tangan buatannya selalu rapi
ibuku istri shalehah, taat pada suami, pandai menjaga hati, membawa diri.. aku harus begitu suatu hari nanti..
ibuku baik sekali, lisannya, lakunya, menyenangkan hati
aaaaaa rasanya ingin sekali...

tutur bahasamu, budi pekertimu, teladan dalam dirimu
sabarmu, taatmu, ibadahmu, syukurmu, ikhlasmu, tegarmu, senyummu, pun dalam sakitmu
kau betul-betul wanita tangguh

ah, lagi-lagi aku larut dalam lamunku, mengenangmu
aku benar-benar rindu
rindu sekali


Ya Allah, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku, dan kasihilah mereka sebagaimana mereka mengasihiku di waktu kecil.
Amiin




21 Juli 2010
-mengenang 22 Juli 2004-

Sabtu, 17 Juli 2010

Sudah Diputuskan!

antara
ego
bakti
marah
penerimaan
tanggung jawab
penolakan
perjuangan
gagal
asa
kehidupan
masa depan
penyesalan
hati
logika
balas budi
perencanaan
kewajiban
ikhtiar
doa

sudah diputuskan!



17 Juli 2010
- pilihan hari ini -

Rabu, 14 Juli 2010

Tanpa Judul

inginku hati setegar karang
ternyata kepalaku sekeras batu
mauku hati selembut sutera
ternyata egoku setajam ilalang




14 Juli 2010
-dipaksa mengunyah obat pahit.. sangat ingin dimuntahkan, tapi harus ditelan demi kesembuhan-

Senin, 28 Juni 2010

A . K. U.

hanya tersenyum
diam membisu
dan mudah tersipu
inilah aku, pemalu

ah, tak selamanya aku membisu
bagai kicau murai di pagi hari
tawa seolah tiada henti
aku juga periang

kicau riang canda
jingkrak sana sini sesuka hati
polah manja semua harus kaupenuhi
aku memang kekanakan

ah, tak selalu aku kekanakan
berfikir logis penuh arti
mandiri teguh berpijak
Lihat! aku dewasa

ingin tahu, semua ingin kujajaki
percaya logika buatku berani
ah, sok berani barangkali
tipis bedanya
terkadang aku nekat

lembut, sabar, peduli, kasih, semua kukendali
amboi, sejuk terasa..
tapi, kala emosi membara
egois, tak acuh, marah, begitu peka dan mudah terluka
air mata mengalir begitu saja
bukan..
bukan aku sengaja..
sungguh..

logika kuajak bicara
tapi apa daya, hati seringkali lebih berkuasa
bukan karena aku sengaja..
pahamilah..
aku seorang wanita..




28 Juni 2010
-di antara ragu.. inilah aku-

Jumat, 07 Mei 2010

Jum'at Malam

aku percaya padamu
meski kecewa kau buat

aku percaya padamu
jangan dusta kau ucap
jangan padaku, dia, kami, dan mereka
semua demi kebaikanmu

semoga aku salah

aku percaya padamu
semoga kebaikan selalu bersamamu





07 Mei 2010
-bukan soal main hati, apalagi main judi.. -

Rabu, 28 April 2010

what a cliche!

when you're confused,,
just close your eyes..
take a deep breath..
and listen to your heart..
It'll show you the path you may follow...

demikian kata mereka

your heart never lies
tentu saja benar..

but, sometimes it could be wrong
ini menurut saya...


rasio...
harapan..
keyakinan..
keteguhan..
dan tanpa penyesalan..
indah di ujung sana saya rasa...


tak harus selalu mengikuti kata hati..
boleh bukan???



28 April 2010
-struggle to look at reality as what it is-

Kamis, 22 April 2010

unttitled

dahi mengerut..
hati tak tenang..

aku tak suka itu..



22 April 2010
-kau sapa dan selalu sama-

Rabu, 24 Maret 2010

Dengarkan Gadis Kecilmu!

ntah mengapa yang kuingat darimu
hanya larang dan suruhmu
seringkali buatku menggerutu
"ini tidak boleh!"
"jangan lakukan itu!"

ntah mengapa yang terngiang di telingaku
hanya kesal dan amarahmu
seringkali buatku tersedu
"itu keliru!"
"mengapa tak patuh padaku?!"

seolah semua jalan buntu
terpaku padamu
ikuti semua katamu
tak peduli apa inginku

sepertinya aku sudah lupa
akan budi baikmu
betapa besar jasamu
merawat dan membesarkanku
mendidik dan menyayangiku
tak sedikitpun lisanmu mengucap keluh

mungkin aku tak sadar
larang dan suruhmu
semua demi kebaikanku
demi menjagaku
demi kebahagiaanku
agar tak ada layu dalam tumbuhku

mungkin aku tak paham
kesal dan amarahmu
semua wujud kasih sayangmu
sebab khawatirmu padaku
sebab takut onak kan melukaiku
agar keselamatan selalu menyertaiku

sebenarnya
aku mengerti semua itu
tak sedikitpun aku ragu

aku hanya ingin satu
percayalah padaku
betapapun ku meyakinkanmu
telah tumbuh dewasa aku
pandai-pandai kan kujaga diriku
namun apa dayaku
aku tetaplah
gadis kecil di matamu..




24 Maret 2010
-bukan tak mau patuh, hanya tak mau batal liburku-

Sabtu, 13 Februari 2010

kata yang tertelan

bukan...
bukan aku tak jujur
hanya saja lidah seolah kelu
bukan...
bukan aku ingin berdusta
hanya tak sanggup berucap
tak kuasa mengungkap



-benarkah "secret makes a woman woman"??-
DJP Blogger Community