Senin, 23 Agustus 2010

SAYA DEWASA

sepertinya saya baru memulai kehidupan saya yang sebenarnya...
bukan berarti tadinya saya mati suri atau pura-pura mati menutup diri.. bukan seperti itu..
benar.. saya tidak bohong..
tadinya saya menganggap hidup itu seperti main-main saja..
ingat main rumah-rumahan waktu kecil dulu?? just for fun..
ketika permainan terasa tak menyenangkan lagi, karena selisih paham (weleh2,, anak kecil ngerti selisih paham ya?! :P ) dengan teman bermain, tak perlu ambil pusing.. tinggalkan saja,, lalu pilih permainan lain yg lebih menyenangkan..
aahh.. jadi kangen masa-masa itu.. (pada kemana ya teman bermain saya dulu??) kurang lebih begitulah yang saya rasakan dulu..

main rumah-rumahan, boneka-bonekaan, mobil-mobilan (saya main ginian juga lho dulu.. he), kejar-kejaran, petak umpet, lompat tali, kelereng, gobak sodor... ah.. apalagi ya?? sepertinya saya mulai lupa apa saja permainan masa kecil saya..
wajar saja ya barangkali,, itu permainan saya 10 atau 15 tahun yang lalu.. ( mencoba menghitung hari yang terlalui..)

ah,, itu masa kecil saya,, saat saya masih lucu-lucunya.. saat pipi saya takkan selamat dari cubitan gemas orang-orang di sekitar saya... bikin geregetan,, seperti kata Sherina, penyanyi cilik idola saya dulu.. ah, tentunya Sherina sudah tidak cilik lagi sekarang..

bagaimana dengan masa remaja saya??
sama saja rasanya... everything was fun.. meskipun keseharian saya tidak lagi penuh dengan permainan2 yang sudah saya sebutkan..
rutinitas saya berganti dengan sekolah dan les di sana sini setiap harinya... terdengar seperti kutu buku ya saya??? hehe
kalau dituliskan memang begitu kesannya,, tapi kalau dirasakan,, sebenarnya sama saja.. menyenangkan..
mengobrol di kelas, mencuri tawa ketika guru menjelaskan pelajaran, canda di setiap waktu istirahat, mencontek ketika ujian, salin kilat buku PR teman, lalu mencari kesenangan di akhir pekan, makan dan nonton film kesukaan, atau hanya jajan di pinggir jalan saat uang saku sudah di akhir bulan..
saya mendapat permainan2 baru.. menyenangkan bukan??

sepertinya masa-masa itu penuh dengan kemudahan.. mungkin saya lebih suka menghindari kesulitan..
pacaran dan pelajaran,, sepertinya hanya itu masalah anak sekolahan..
kata teman2 sih,, pacaran itu menyenangkan,, punya tempat untuk sayang2an..ah,, tapi kalau yang saya liat tidak seperti itu.. saya tidak mau..
saya tidak mau nantinya bertengkar di tengah jalan,, marah-marahan lalu bikin mogok makan,, atau paling tidak hanya akan menghabiskan uang jajan.. hehe
makanya saya putuskan tidak mau pacaran... salah satu cara menghindari kesulitan, bukan?? saya anggap begitu.. hehe
lalu,, bagaimana dengan pelajaran??
masalah pelajaran, tentu saja saya selalu menghindarkan.. bukan berarti menghindar lalu minggat di jam pelajaran... bukan yang saya inginkan..
saya tidak mau dihukum guru lalu ditertawakan.. jadinya tugas selalu saya kumpulkan,, meskipun segala cara saya halalkan, termasuk mencontek pekerjaan teman.. hehe..
aiiihhh,, janganlah marah! namanya juga anak sekolahan,, cirinya ya pasti pernah contekan?? iya kan?? hihihi

oh ya,, satu lagi soal nilai ujian..
kadangkala hasil ujian terlihat mengenaskan.. wah,, ini yang agak bikin saya kliyengan.. (ni bahasa apa ya?? semoga dimengerti ya maksudnya.. :P)
paling2 muka saya bertambah sedikit tekukan,, lalu menangis di depan cermin yang saya lakukan,, tentu saja ketika saya sendirian.. haha
efeknya paling cuma seharian,, besoknya... sudah terlupakan.. tinggal menanti ujian perbaikan,, tentu saja kalau sang guru berkenan..
ah,, ada2 saja yang saya lakukan..

itu cerita bertahun2 silam..
kurang lebih sama-lah dengan kehidupan saya ketika jadi anak kuliahan..

nah.. kalau sekarang hidup saya sudah mengalami perubahan..
bukan lagi soal permainan yang terasa membosankan,, pelajaran, atau pacaran.. bukan.. ibarat sekolah, tiap tahapan akan selalu ada ujian..
mungkin karena usia saya sudah bukan lagi belasan, saya harus diberi ujian pendewasaan..

yah.. katanya hukum perdata sih,, saya sudah dewasa..
21 tahun usia saya..

sudut pandang..
tanggung jawab..
kepedulian..
tuntutan kebijaksanaan..
keseimbangan logika dan perasaan..
kepercayaan diri..
cinta kasih..
keteguhan..
kemampuan mengambil keputusan..
tentang pilihan..
masa depan..
pengendalian diri..
apa itu emosi..
semua harus dimengerti dan dijalani..

sepertinya semua butuh kalkulasi...

mampukah saya menjadi perempuan dewasa seutuhnya??
saya akan berusaha!!




23 Agustus 2010
-terbangun saat dini hari-

Sabtu, 14 Agustus 2010

Bening

hangat
merona
merapuh

ketika bulir itu jatuh



ah.. tak setangguh yang kukira..




14 Agustus 2010
-bukan warrior princess-

Rabu, 21 Juli 2010

Suratku Untukmu

masa remajaku
tak bisa kuhabiskan bersamamu
tak ada curahan hatiku, curahan gulanaku
tak jua sipu-ku berbagi cerita denganmu, saat jatuh hatiku

sungguh aku iri
betapa ingin mendekap erat dirimu, setiap saat aku butuh
betapa ingin mengadu padamu, apa saja keluh kesahku
betapa ingin merajuk manja padamu, menanti belaian hangatmu
seperti yang mereka ceritakan padaku
sungguh aku iri
melihat mereka bercengkrama saling bercanda
melihat mereka berjalan menghabiskan waktu bersama
melihat mereka melingkarkan lengan, bergandengan, saling bersandar
sungguh aku iri
mendengar mereka berkata, "lihat, ia membelikanku baju baru."
"ada yang mau? ia membuatkan bekal makan siang untukku."
"ia memarahiku, boros sekali aku untuk hal yang tak perlu."
sungguh aku iri
aku pun ingin merasakannya, bersamamu
sungguh..


Masa remajaku
kulalui tanpa dirimu
tak ada kelas memasak bersamamu, ajarkan resep andalanmu
tak jua kudengar omelanmu, jika kurusak citarasa masakanmu dengan kebodohanku
tak apa, aku inginkan itu..

kau tahu betapa bingungnya aku ketika coba taklukkan dapurmu?
gosong, hambar, terlalu asin, sudah barang biasa
ah untungnya masih bisa menambal perut yang sudah menganga
oh ya,,
kau tahu pujian pertama untukku?
masakan sederhana itu, sungguh sederhana
tahu goreng itu dilahap nikmat oleh kakakku
rasanya biasa saja, kuolah apa adanya, tak ada bumbu istimewa
enak dan menggugah selera katanya
ah, sebenarnya ia hanya rindu masakan rumah itu
aku tahu, betapa ia rindu masakan lezatmu
begitupun aku, kami semua, begitu rindu
tapi sekarang...
tak perlu lagi kau khawatirkan itu
aku adalah koki penguasa dapurmu
meniru masakanmu, cukup membuat lidah bergoyang
ah, aku melebih-lebihkan.. hehe
tak sehebat dirimu tentu saja

ya,, kau begitu hebat!
aku masih ingat
setiap pagi kau bangun begitu dini
kue-kue itu, berwarna-warni, buatan sendiri
tak sekedar sarapan pagi
kau siapkan seragam sekolah kami
suara lembutmu bangunkan kami dari mimpi, "ayo lekas mandi!"
cukup nutrisi, pakaian rapi, kau beri kami motivasi, setiap hari
"aku hampir telat!" seruku sembari mengikat tali sepatu, terburu-buru, berlari menuju pintu.
ah, hampir lupa. berbalik aku, mencium tanganmu, aku siap!
"assalamuaikum.."
lagi-lagi aku rindu hari-hari itu


masa remajaku
tak lagi bisa kupamerkan raporku, juara kelas aku, tlah lulus sekolahku
tak bisa kulihat senyummu, saat sekolah tinggi itu menerimaku, banggamu
tak jua bisa kuraih lenganmu, menginginkan rengkuhmu, menenangkanku, ketika bangku kuliah tak semudah anganku
tak ada dirimu di sisiku, di hari kelulusanku
tak ada dirimu yang mendampingiku, di potret itu
ah, tak mengapa. yang penting kau selalu menemaniku, di hatiku


waktu berjalan perlahan, begitu lambat, begitu menyiksa, menyesakkan dada
lalu ia berlari kecil, sedikit tergesa
tiba-tiba ia melesat begitu cepat
enam kali sudah bumi mengelilingi matahari
enam tahun berlalu

enam tahun, tak terasa singkat bagiku
aku tak lagi remaja seperti waktu itu
tak lagi seragam putih-abu melekat di keseharianku
tak lagi harus menahan kantuk demi ilmu dari para dosenku..
sekarang..
aku dengan kehidupan baruku
dengan segala tanggung jawab di pundakku
tak lagi pantas aku mengeluh atas bimbangku
harus mampu berdiri teguh. bukan begitu?!

aku dengan dunia kerjaku
memulai titian karir yang terasa asing bagiku
perlahan mulai kumengerti payahmu dulu
ah, tak seberapa jika dibandingkan denganmu
keluarga dan negara, begitu pandai kau mengatur waktu
jauh yang kau tempuh, peluh yang membasahi tubuhmu, pun tak menghapus gurat senyummu
negara memang bukan nomor dua, tapi mengabaikan keluarga, haruskah?!
keluarga memang utama, tapi negara, kau tak acuh padanya, bolehkah?!
semua ada proporsinya
terima kasih teladannya

kau tahu?!
ingin sekali aku membanggakan dirimu di hadapan duniaku
ibuku sangat hebat, jago memasak, enaaaak sekali
ibuku tekun sekali, sulaman tangan buatannya selalu rapi
ibuku istri shalehah, taat pada suami, pandai menjaga hati, membawa diri.. aku harus begitu suatu hari nanti..
ibuku baik sekali, lisannya, lakunya, menyenangkan hati
aaaaaa rasanya ingin sekali...

tutur bahasamu, budi pekertimu, teladan dalam dirimu
sabarmu, taatmu, ibadahmu, syukurmu, ikhlasmu, tegarmu, senyummu, pun dalam sakitmu
kau betul-betul wanita tangguh

ah, lagi-lagi aku larut dalam lamunku, mengenangmu
aku benar-benar rindu
rindu sekali


Ya Allah, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku, dan kasihilah mereka sebagaimana mereka mengasihiku di waktu kecil.
Amiin




21 Juli 2010
-mengenang 22 Juli 2004-

Sabtu, 17 Juli 2010

Sudah Diputuskan!

antara
ego
bakti
marah
penerimaan
tanggung jawab
penolakan
perjuangan
gagal
asa
kehidupan
masa depan
penyesalan
hati
logika
balas budi
perencanaan
kewajiban
ikhtiar
doa

sudah diputuskan!



17 Juli 2010
- pilihan hari ini -

Rabu, 14 Juli 2010

Tanpa Judul

inginku hati setegar karang
ternyata kepalaku sekeras batu
mauku hati selembut sutera
ternyata egoku setajam ilalang




14 Juli 2010
-dipaksa mengunyah obat pahit.. sangat ingin dimuntahkan, tapi harus ditelan demi kesembuhan-

Senin, 28 Juni 2010

A . K. U.

hanya tersenyum
diam membisu
dan mudah tersipu
inilah aku, pemalu

ah, tak selamanya aku membisu
bagai kicau murai di pagi hari
tawa seolah tiada henti
aku juga periang

kicau riang canda
jingkrak sana sini sesuka hati
polah manja semua harus kaupenuhi
aku memang kekanakan

ah, tak selalu aku kekanakan
berfikir logis penuh arti
mandiri teguh berpijak
Lihat! aku dewasa

ingin tahu, semua ingin kujajaki
percaya logika buatku berani
ah, sok berani barangkali
tipis bedanya
terkadang aku nekat

lembut, sabar, peduli, kasih, semua kukendali
amboi, sejuk terasa..
tapi, kala emosi membara
egois, tak acuh, marah, begitu peka dan mudah terluka
air mata mengalir begitu saja
bukan..
bukan aku sengaja..
sungguh..

logika kuajak bicara
tapi apa daya, hati seringkali lebih berkuasa
bukan karena aku sengaja..
pahamilah..
aku seorang wanita..




28 Juni 2010
-di antara ragu.. inilah aku-

Jumat, 07 Mei 2010

Jum'at Malam

aku percaya padamu
meski kecewa kau buat

aku percaya padamu
jangan dusta kau ucap
jangan padaku, dia, kami, dan mereka
semua demi kebaikanmu

semoga aku salah

aku percaya padamu
semoga kebaikan selalu bersamamu





07 Mei 2010
-bukan soal main hati, apalagi main judi.. -
DJP Blogger Community